|
|
|
|
| Nomor Dokumen |
[●] diterbitkan saat penandatanganan |
Revisi |
2 |
| Tanggal Terbit |
[●] saat penandatanganan |
Berlaku Sejak |
[●] saat penandatanganan |
| Unit |
Lintas Unit (PPI) |
Disusun oleh (Owner) |
PJ PPI |
| Ditinjau oleh |
Kepala Klinik |
Ditetapkan oleh |
PJ Pelayanan |
| Review Berikutnya |
[●] 12 bulan setelah terbit |
Status |
DRAFT: belum ditinjau dan ditandatangani |
| Nomor / Versi Lama |
Revisi 1: versi wiki 2026-07-01 (dari PMKP3_SPO_PPI_Set) |
Lokasi Wiki |
home/sop/lintas_unit/01_kebersihan_tangan |
Mencegah penularan kuman lewat tangan petugas: ke pasien, ke petugas sendiri, dan ke lingkungan klinik.
Semua staf yang menyentuh pasien, alat, atau lingkungan sekitar pasien, termasuk FO yang membantu pasien dan petugas kebersihan.
- Kebersihan tangan dilakukan pada 5 momen WHO, tanpa pengecualian.
- Sarung tangan tidak menggantikan kebersihan tangan.
- Saat bertugas: kuku pendek, tanpa kuku buatan, tanpa cincin/gelang.
- PMK No. 27 Tahun 2017 tentang Pedoman PPI di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
- PMK No. 30 Tahun 2022 tentang Indikator Nasional Mutu (INM: Kepatuhan Kebersihan Tangan)
¶ Standar Acuan
- Kemenkes/akreditasi klinik: PMKP Standar 2.2, SKP 5 (pengurangan risiko infeksi); PMKP 2.3 (PPI); INM Kepatuhan Kebersihan Tangan, target ≥ 85%
- WHO: WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care (2009); My 5 Moments for Hand Hygiene; WHO High 5s
- Internal: Pedoman PPI Bab III 3.1; Instrumen INM (F-INM-1)
Persiapan
- Sabun cair + air mengalir di wastafel, ATAU handrub berbasis alkohol 60–80%.
- Tisu sekali pakai.
- Poster 6 langkah kebersihan tangan terpasang di setiap titik pelayanan.
Kapan — 5 Momen
- Sebelum menyentuh pasien.
- Sebelum tindakan aseptik (injeksi, pasang infus, rawat luka, menyiapkan obat suntik).
- Setelah terpapar cairan tubuh (termasuk setelah melepas sarung tangan).
- Setelah menyentuh pasien.
- Setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien (bed periksa, tensimeter, meja pasien), walaupun pasien tidak disentuh.
Pilih Metode
- Tangan tidak tampak kotor → handrub berbasis alkohol 60–80%, 20–30 detik.
- Tangan tampak kotor / kena darah atau cairan tubuh / setelah toilet → sabun + air mengalir, 40–60 detik.
Langkah-Langkah (6 langkah WHO, sama untuk handrub dan sabun)
- Ambil handrub atau sabun secukupnya hingga menutupi seluruh permukaan tangan.
- Gosok telapak tangan dengan telapak tangan.
- Gosok punggung tangan dengan jari saling mengunci, bergantian kiri dan kanan.
- Gosok telapak dengan jari saling menyilang (sela jari).
- Gosok punggung jari dengan jari mengunci ke telapak tangan lain.
- Gosok ibu jari dengan gerakan memutar dalam genggaman, bergantian.
- Gosok ujung jari dan kuku memutar di telapak tangan lain, bergantian.
- Handrub: tunggu sampai kering sendiri. Jangan dilap.
- Sabun: bilas di air mengalir, keringkan dengan tisu sekali pakai, tutup keran memakai tisu tersebut.
Setelah Prosedur
- Pasang sarung tangan hanya setelah tangan benar-benar kering.
Scan saja.
5 momen:
- Sebelum sentuh pasien
- Sebelum tindakan aseptik
- Setelah cairan tubuh / lepas sarung tangan
- Setelah sentuh pasien
- Setelah sentuh sekitar pasien
Metode:
- Tidak kotor → handrub 20–30 dtk, biarkan kering
- Kotor / darah / toilet → sabun + air 40–60 dtk
Jangan lupa:
- Sarung tangan ≠ cuci tangan
- Handrub di tangan kotor tidak efektif
- Tanpa cincin, gelang, kuku panjang
flowchart TD
A[Salah satu dari 5 momen] --> B{Tangan tampak kotor / kena cairan tubuh / setelah toilet?}
B -- ya --> C[Sabun + air mengalir 40–60 detik]
B -- tidak --> D[Handrub 20–30 detik, biarkan kering]
C --> E[Lanjutkan tindakan]
D --> E
⚠️ DRAFT — belum ditinjau PJ Klinis.
| Pitfall |
Mengapa |
Solusi |
| Langsung pakai sarung tangan tanpa kebersihan tangan |
Sarung tangan dianggap pelindung penuh |
Sarung tangan bisa bocor mikro; lakukan kebersihan tangan dulu, dan lagi setelah melepasnya |
| Momen 5 terlewat (menyentuh bed/tensimeter lalu ke meja kerja) |
Pasien tidak disentuh, jadi dirasa "bersih" |
Lingkungan pasien terkontaminasi; lakukan handrub sebelum menyentuh keyboard/meja |
| Handrub dilap ke baju sebelum kering |
Ingin cepat |
Efek antiseptik butuh waktu kontak; tunggu kering sendiri |
| Ujung jari dan ibu jari tidak tergosok |
Langkah 6 dan 7 sering dilewati |
Ibu jari dan ujung jari paling sering terlewat dan paling sering menyentuh pasien; jangan dilewati |
| Sarung tangan yang sama dipakai ke pasien berikutnya |
Hemat BHP |
Satu pasien = satu pasang sarung tangan; tidak dicuci, tidak dipakai ulang |
| Situasi |
Tindakan |
| Handrub di meja periksa habis |
Pakai wastafel terdekat; laporkan lewat Form Laporan Kendala Operasional hari itu |
| Sabun atau tisu wastafel habis |
Gunakan handrub bila tangan tidak tampak kotor; laporkan ke Clinic Manager saat itu juga |
| Kulit tangan iritasi / dermatitis |
Laporkan ke PJ PPI; tetap lakukan kebersihan tangan; gunakan pelembap tangan non-alkohol di luar jam tindakan; bila berlanjut, PJ PPI mengevaluasi produk alternatif. Jangan berhenti cuci tangan |
| Kondisi darurat (pasien kolaps) |
Prioritaskan pertolongan; lakukan kebersihan tangan secepatnya setelah situasi aman |
- Kepatuhan diaudit bulanan, minimal 30 peluang/bulan lintas profesi dan shift (F-INM-1). Target ≥ 85%.
- SOP terkait: Penanganan Pajanan Okupasi; Reprocessing & Sterilisasi Alat.
| Versi |
Tanggal |
Perubahan |
| 1 |
2026-07-01 |
Versi wiki (hasil reformat PMKP3_SPO_PPI_Set) |
| 2 |
2026-10-06 |
Menggantikan revisi 1, disusun ulang dari Pedoman PPI. Dipertahankan dari versi lama: konsentrasi handrub, poster 6 langkah, pelembap non-alkohol. Jam tangan dikeluarkan dari daftar larangan. |