Versi: 1.0 · Update: 2026-07-01 · Owner: Seluruh unit pelayanan, PJ PPI/Operasional
Referensi Dokumen Asal: Akreditasi/Drafts_Ada_Rebrand/PMKP3_SPO_PPI_Set.md (SPO 2) — direformat ke wiki, bukan dari "DAFTAR SPO" Google Doc
Mencegah penyebaran droplet pernapasan dari pasien/staf yang batuk atau bersin ke orang lain
di lingkungan klinik.
Seluruh pasien, pengunjung, dan staf di semua unit pelayanan, Klinik Pratama Thrivanta
Jimbaran — khususnya area tunggu dan ruang periksa.
- Edukasi etika batuk wajib terpasang di area tunggu (media visual), bukan hanya disampaikan verbal.
- Pasien dengan gejala pernapasan menular ditawarkan masker sejak di area pendaftaran.
- PMK No. 27 Tahun 2017 tentang Pedoman PPI di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
¶ Standar Acuan
- Kemenkes/LAFKPK: PMKP 3 / Standar 2.3 — lihat
Akreditasi_Klinik_2023_Reference.md untuk detail EP
- WHO: WHO respiratory hygiene/cough etiquette guidance (bagian dari Standard Precautions)
Persiapan
- Tisu sekali pakai tersedia di area tunggu dan ruang periksa
- Tempat sampah tertutup untuk buang tisu
- Masker medis tersedia untuk ditawarkan ke pasien bergejala
- Media edukasi (poster/banner) etika batuk terpasang di area tunggu
Langkah-Langkah
- Saat batuk/bersin, tutup mulut dan hidung dengan tisu sekali pakai, ATAU dengan lengan atas bagian dalam (bukan telapak tangan) bila tisu tidak tersedia.
- Buang tisu bekas segera ke tempat sampah tertutup — jangan disimpan di saku/genggaman.
- Lakukan kebersihan tangan (lihat
01_kebersihan_tangan.md) segera setelah membuang tisu atau menutup batuk dengan tangan.
- Bila pasien menunjukkan gejala pernapasan (batuk, pilek, demam), tawarkan masker medis sejak awal kontak.
Setelah Prosedur
- Tidak ada dokumentasi khusus untuk tindakan rutin ini.
Ringkasan scan-only.
Siapkan:
Lakukan:
- Tutup mulut/hidung dengan tisu atau lengan atas saat batuk/bersin
- Buang tisu ke tempat sampah tertutup
- Kebersihan tangan segera setelahnya
- Pasien bergejala pernapasan → tawarkan masker
Jangan lupa:
- Jangan tutup batuk dengan telapak tangan telanjang — pakai lengan atas jika tidak ada tisu
flowchart TD
A[Batuk/bersin terjadi] --> B{Ada tisu?}
B -- Ya --> C[Tutup dengan tisu]
B -- Tidak --> D[Tutup dengan lengan atas dalam]
C --> E[Buang tisu ke tempat sampah tertutup]
D --> F[Kebersihan tangan]
E --> F
F --> G{Pasien bergejala pernapasan?}
G -- Ya --> H[Tawarkan masker medis]
G -- Tidak --> I[Selesai]
H --> I
| Pitfall |
Mengapa |
Solusi |
| Menutup batuk dengan telapak tangan lalu menyentuh permukaan/pasien lain |
Kebiasaan reflex yang paling umum, kontaminasi menyebar lewat sentuhan |
Edukasi berulang + media visual; sediakan tisu dalam jangkauan mudah |
| Pasien bergejala tidak ditawarkan masker karena staf lupa/terburu-buru |
Tidak ada pemicu/reminder eksplisit di alur pendaftaran |
Integrasikan penawaran masker ke skrining awal (lihat SOP Penerimaan & Pendaftaran) |
| Situasi |
Tindakan |
| Stok masker/tisu habis di area tunggu |
Segera minta pengisian ke [●] — PJ Operasional/logistik |
| Pasien menolak memakai masker meski bergejala jelas |
Jelaskan tujuan (lindungi pasien lain), tidak dipaksa; pertimbangkan ruang tunggu terpisah bila tersedia · eskalasi: [●] |
- Direformat dari
Akreditasi/Drafts_Ada_Rebrand/PMKP3_SPO_PPI_Set.md (SPO 2 — Etika Batuk).
- SOP ini tidak ada di daftar isi dokumen "DAFTAR SPO" Google Doc — ditambahkan di sini karena
bagian dari satu paket SPO PPI yang sama dengan Kebersihan Tangan, Sterilisasi, dan
Pengelolaan Limbah.
| Versi |
Tanggal |
Perubahan |
| 1.0 |
2026-07-01 |
Direformat dari PMKP3_SPO_PPI_Set.md (format akreditasi) ke format wiki Thrivanta |