Versi: 1.1 · Update: 2026-07-01 · Owner: Dokter Gigi (Operator) & Asisten Dokter (Petugas), Poli Gigi
Referensi Dokumen Asal: 01/SPO-PG/2025 · Tanggal terbit asal: 28 Juli 2025
Mengembalikan fungsi fisiologis dan anatomis gigi serta mengurangi kesempatan terjadinya karies berlanjut, menggunakan bahan tumpatan semen glass ionomer (GIC/RMGIC) yang berikatan secara fisiko-kimiawi terutama pada jaringan enamel dan dentin.
Dilakukan oleh Dokter Gigi (operator) dibantu Asisten Dokter (petugas) di Poli Gigi, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran, pada kasus abrasi/abfraksi/atrisi/erosi, kavitas tanpa beban oklusi berat, atau core build-up.
- Restorasi GIC tidak digunakan pada kavitas luas dengan dinding aksial tipis, kavitas dengan beban kunyah tinggi, atau gigi anterior dengan pertimbangan estetika tinggi (kontraindikasi). (disarikan dari field Kontraindikasi sumber)
- Pada kasus perforasi pulpa, digunakan bahan golongan Ca(OH)₂ atau MTA, bukan GIC langsung. (disarikan dari langkah sumber)
- Isolasi area kerja (rubber dam/saliva ejector) wajib sebelum aplikasi conditioner dan bahan restorasi. (disarikan dari langkah sumber)
- (Sumber tidak mencantumkan field "Referensi" untuk prosedur ini — kosong di dokumen asal.)
¶ Standar Acuan
- Kemenkes/LAFKPK: Belum dipetakan — lihat Akreditasi/Akreditasi_Klinik_2023_Reference.md untuk EP terkait
- WHO: (kosong — tidak ada guideline WHO spesifik untuk teknik restorasi ini)
Persiapan
Alat:
- Instrumen diagnostik (2 kaca mulut, sonde, pinset, eskavator)
- Plastic filling instrument
- Agate spatula/spatula plastik
- Shade guide warna
- GIC mixer (untuk GIC kemasan kapsul)
- Tongue holder/saliva ejector dan rubber, matrix band, matrix holder, dan wedge
- GIC condenser
- GIC carver
- Alat preparasi gigi (high speed contra angle handpiece dengan berbagai round, fissure, dan inverted bur; finishing diamond bur/tungsten carbide bur)
- Alat poles (arkansas stone, veneer, sand rubber, brush, polishing strip)
Bahan:
- Sarung tangan operator
- Masker operator
- Penutup dada pasien, gelas kumur, dan saliva ejector
- Cotton roll
- Cotton pellet
- Liner (calcium hydroxide)
- GIC dan RMGIC
- Bahan conditioner
- Varnish
Langkah-Langkah
- Cocokkan warna gigi menggunakan shade guide.
- Bersihkan regio objek gigi.
- Pada kavitas media: hilangkan dentin lunak (karies/demineralisasi dentin) menggunakan eskavator dengan diameter dan ketajaman sesuai.
- Hilangkan jaringan karies yang keras dengan round bur.
- Untuk enamel yang tidak didukung dentin sehat, lakukan preparasi dengan high speed contra angle handpiece menggunakan round atau fissure diamond bur.
- Pada kavitas profunda: hilangkan jaringan karies/demineralisasi dentin dengan eskavator sesuai, sisakan selapis jaringan dentin lunak.
- Aplikasikan bahan pulp capping (misalnya golongan Ca(OH)₂) sebagai sub-base.
- Untuk kasus perforasi, gunakan golongan Ca(OH)₂, MTA, atau bahan sejenis.
- Tutup dengan bahan GIC dan tunggu 1–2 minggu (kavitas profunda) sebelum restorasi definitif.
- Isolasi gigi menggunakan rubber dam dan saliva ejector.
- Pasang matrix sesuai indikasi dan wedge.
- Sterilisasi kavitas, cuci, dan keringkan.
- Ulaskan conditioner, cuci, dan keringkan.
- Aplikasikan bahan restorasi GIC.
- Lakukan carving membentuk sesuai anatomi gigi.
- Lepas matriks, kemudian burnish kembali (perhatikan bentuk anatomi oklusal).
- Setelah penumpatan selesai, ulaskan varnish.
- Cek oklusi dengan gigi antagonis menggunakan articulating paper.
- Tunggu 15 menit setelah penumpatan selesai sebelum finishing menggunakan finishing diamond bur atau tungsten carbide bur (>12 fluted).
- Catatan bahan: GIC sebaiknya tanpa pemolesan; RMGIC masih memungkinkan untuk dipoles.
Setelah Prosedur
- (Tidak dinyatakan eksplisit dalam sumber untuk dekontaminasi alat/pembuangan limbah pada prosedur ini — sumber langsung menyatakan "penumpatan selesai". Standard precaution umum: dekontaminasi instrumen sesuai SOP sterilisasi alat Poli Gigi — lihat SOP terkait, jangan diasumsikan detail spesifiknya di sini.)
Ringkasan scan-only. Harus bisa dieksekusi berdiri sendiri untuk kasus standar.
Siapkan:
Lakukan:
- Cocokkan warna → bersihkan → preparasi kavitas (buang karies).
- Proteksi pulpa jika profunda (pulp capping + tunggu 1–2 minggu).
- Isolasi → pasang matrix → sterilisasi kavitas → conditioner.
- Aplikasi GIC → carving → burnish → varnish.
- Cek oklusi → tunggu 15 menit → finishing (GIC umumnya tanpa poles; RMGIC boleh dipoles).
Jangan lupa:
- Kasus perforasi pulpa pakai Ca(OH)₂/MTA, bukan GIC langsung sebagai pulp capping.
- GIC standar tidak dipoles — hanya RMGIC.
- Verifikasi oklusi sebelum pasien pulang.
flowchart TD
A[Mulai] --> B[Cocokkan warna & bersihkan gigi]
B --> C{Kedalaman kavitas?}
C -->|Media| D[Preparasi standar]
C -->|Profunda| E{Ada perforasi pulpa?}
E -->|Ya| F[Ca(OH)2/MTA]
E -->|Tidak| G[Pulp capping Ca(OH)2 + GIC sementara, tunggu 1-2 minggu]
F --> D
G --> D
D --> H[Isolasi, matrix, conditioner]
H --> I[Aplikasi GIC, carving, burnish, varnish]
I --> J[Cek oklusi, tunggu 15 menit, finishing]
J --> K[Selesai]
Bagian ini disintesis dari praktik klinis standar (WHO/Kemenkes), BUKAN dari
pengalaman operasional Thrivanta — karena dokumen sumber tidak mencatat kegagalan
aktual di lapangan. PJ Klinis wajib mereview/mengoreksi sebelum dipublikasikan
final ke wiki staf.
| Pitfall |
Mengapa |
Solusi |
| GIC dipoles langsung setelah setting (bukan RMGIC) |
Salah identifikasi jenis bahan atau lupa aturan bahan |
Konfirmasi jenis GIC yang dipakai sebelum finishing; GIC konvensional tidak boleh dipoles agresif |
| Restorasi rapuh/retak dini |
Kontaminasi kelembapan saat setting awal atau rasio bubuk-cairan tidak tepat |
Ikuti rasio mixing sesuai instruksi pabrikan, lindungi dari saliva selama setting |
| Sensitivitas pasca tumpatan pada kavitas dalam |
Proteksi pulpa tidak adekuat |
Pastikan liner Ca(OH)₂ diaplikasikan dan interval tunggu dipatuhi pada kavitas profunda |
Sama seperti di atas — kontak/eskalasi spesifik Thrivanta (nama, nomor telepon) TIDAK
BOLEH dikarang. Tulis "[●] — eskalasi ke PJ Klinis/dokter jaga, isi nama & kontak"
sebagai placeholder, bukan nama fiktif.
| Situasi |
Tindakan |
| Restorasi GIC lepas dalam waktu singkat |
Evaluasi retensi kavitas & kontaminasi saat aplikasi; restorasi ulang · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Nyeri persisten pasca tumpatan (curiga iritasi pulpa) |
Evaluasi kedalaman kavitas dan proteksi pulpa; rujuk evaluasi endodontik bila perlu · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Dugaan perforasi pulpa tidak terdeteksi sebelum GIC diaplikasikan |
Hentikan, evaluasi ulang, gunakan Ca(OH)₂/MTA sesuai protokol · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
- Dikonversi dari dokumen sumber "DAFTAR SPO Thrivanta Jimbaran" No. 01/SPO-PG/2025 ("Tindakan Konservasi Gigi"), tanggal terbit asal 28 Juli 2025.
- Keputusan pemecahan file: Dokumen sumber 01/SPO-PG/2025 membundel 4 teknik restorasi gigi berbeda (resin komposit, GIC, mahkota selubung, veneer) di bawah satu nomor dokumen. Dipecah menjadi 4 file terpisah (16a–16d) agar tiap halaman wiki dapat dieksekusi berdiri sendiri.
- Sumber tidak mencantumkan field "Pelaksana" maupun "Referensi" eksplisit untuk sub-prosedur ini — field "Owner" di atas diasumsikan dari konteks Poli Gigi, bukan fakta institusional baru.
- Prosedur ini tidak mencantumkan langkah skrining suhu tubuh/COVID-19 di sumber (berbeda dari Bedah Mulut & Prostodonsia) — perlu konfirmasi apakah skrining awal kunjungan tetap berlaku lintas semua tindakan gigi.
| Versi |
Tanggal |
Perubahan |
| 1.0 |
2026-07-01 |
Konversi dari SPO 01/SPO-PG/2025 (bagian 2 — Restorasi GIC) format form-akreditasi ke format wiki Thrivanta |
| 1.1 |
2026-07-01 |
Placeholder eskalasi klinis diganti dari "PJ Klinis/dokter jaga" generik menjadi "PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan" (kontak langsung masih [●]) |