Versi: 1.1 · Update: 2026-07-01 · Owner: Dokter Gigi (Operator) & Asisten Dokter (Petugas), Poli Gigi
Referensi Dokumen Asal: 02/SPO-PG/2025 · Tanggal terbit asal: 28 Juli 2025
Sebagai acuan dalam melakukan pencabutan gigi permanen yang terindikasi secara benar dan aman — tindakan bedah mulut untuk mengeluarkan seluruh bagian gigi beserta jaringan patologisnya dari soket gigi serta menanggulangi kemungkinan komplikasi.
Dilakukan oleh Dokter Gigi (operator) dibantu Asisten Dokter (petugas) di Poli Gigi, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran, pada pasien dengan gigi permanen yang terindikasi pencabutan (non-impaksi, tanpa perlu pembedahan flap).
- Anamnesa riwayat penyakit sistemik (Hipertensi, DM, Jantung, Asma, TBC, HIV/AIDS, Alergi) wajib dilakukan sebelum tindakan; bila terindikasi, konsul ke BP/Lab sebelum pencabutan dilanjutkan. (dari langkah sumber)
- Informed consent tertulis wajib diperoleh sebelum tindakan dilakukan. (dari langkah sumber)
- Operator wajib cuci tangan dan memakai APD (sarung tangan) sebelum kontak dengan pasien. (dari langkah sumber — prinsip keselamatan pasien standar)
- Verifikasi anestesi lokal telah bereaksi (uji dengan sonde + konfirmasi verbal pasien) sebelum tindakan pencabutan dimulai. (dari langkah sumber)
- Skrining gejala infeksi saluran napas akut tetap berlaku sebagai kewaspadaan standar PPI (lihat SOP Etika Batuk di Lintas_Unit/02_etika_batuk.md), bukan protokol COVID-19 khusus.
- (Sumber tidak mencantumkan field "Referensi" untuk prosedur ini — kosong di dokumen asal.)
¶ Standar Acuan
- Kemenkes/LAFKPK: Belum dipetakan — lihat Akreditasi/Akreditasi_Klinik_2023_Reference.md untuk EP terkait
- WHO: (kosong — tidak ada guideline WHO checklist spesifik yang disebutkan sumber untuk pencabutan gigi sederhana; pertimbangkan WHO Surgical Safety Checklist bila klinik memutuskan menerapkannya untuk tindakan invasif — belum ditetapkan di sumber)
Persiapan
- Alat pemeriksaan (kaca mulut, sonde, pinset, eskavator)
- Tang pencabutan gigi permanen sesuai gigi yang akan dicabut, bein
- Anestesi topikal
- Spuit 3cc / Dental Citoject
- Lidocain
- Tampon
- Gelas kumur berisi betadine kumur
Langkah-Langkah
- Operator menyapa pasien dan mempersilakan duduk di kursi yang telah disediakan.
- Operator melakukan anamnesa riwayat penyakit yang pernah diderita pasien (misalnya: Hipertensi, DM, Jantung, Asma, TBC, HIV/AIDS, Alergi).
- Jika pasien terindikasi menderita penyakit tersebut, lakukan konsul ke BP/Lab terlebih dahulu.
- Lakukan pemeriksaan dan tentukan diagnosa.
- Bila hasil pemeriksaan sesuai indikasi pencabutan, jelaskan kepada pasien prosedur pencabutan dan risiko komplikasi yang mungkin terjadi.
- Minta pasien mengisi persetujuan tindakan medis (informed consent).
- Operator mempersilakan pasien duduk di dental chair.
- Petugas menyiapkan alat dan bahan pencabutan.
- Operator mencuci tangan dengan sabun.
- Operator memakai alat pelindung diri (sarung tangan).
- Petugas mempersilakan pasien untuk kumur betadine.
- Operator melakukan pemeriksaan ekstraoral dan intraoral.
- Operator melakukan injeksi anestesi lokal pada pasien sesuai region gigi permanen yang akan dicabut.
- Setelah ±5–10 menit, operator memeriksa apakah anestesi sudah bereaksi menggunakan sonde dan menanyakan pasien rasa kebas yang dialami serta lokasinya.
- Lakukan separasi/pelonggaran soket gigi pada mesial dan distal menggunakan bein.
- Letakkan blade tang sejauh mungkin sepanjang permukaan akar.
- Fiksasi tulang alveolar sekitar gigi yang akan dicabut dengan jari tangan kiri.
- Gerakkan tang ke arah bukolingual atau labiopalatal.
- Bila gigi sudah terasa goyang, lakukan rotasi sambil ditarik keluar dari soketnya.
- Setelah pencabutan, instruksikan pasien untuk berkumur sekali.
- Apabila terdapat tulang tajam, lakukan pemotongan atau haluskan dengan bone file.
- Beri tampon pada luka bekas pencabutan dan instruksikan pasien menggigit tampon selama 30 menit.
- Operator memberikan instruksi kepada pasien: menggigit tampon ½ jam; tidak boleh berkumur-kumur; tidak boleh makan/minum panas selama darah belum berhenti; tidak boleh merokok (bagi perokok); minum obat segera setelah sampai di rumah; segera kontrol bila terjadi komplikasi.
- Bila perlu, berikan resep analgesik, antibiotik, dan antiinflamasi.
- Petugas mempersilakan pasien turun dari dental unit setelah pasien jelas menerima instruksi.
- Petugas memberikan resep obat anti-nyeri kepada pasien.
Setelah Prosedur
- (Tidak dinyatakan eksplisit dalam sumber untuk dekontaminasi alat/pembuangan limbah tajam pada prosedur ini. Standard precaution umum untuk tindakan bedah minor: buang jarum/blade ke safety box, dekontaminasi instrumen sesuai SOP sterilisasi alat Poli Gigi — lihat SOP terkait, jangan diasumsikan detail spesifiknya di sini.)
Ringkasan scan-only. Harus bisa dieksekusi berdiri sendiri untuk kasus standar.
Siapkan:
Lakukan:
- Anamnesa riwayat penyakit sistemik → informed consent.
- Cuci tangan, APD → kumur betadine → pemeriksaan ekstra/intraoral.
- Anestesi lokal → verifikasi kebas (5–10 menit) → separasi soket dengan bein.
- Ekstraksi dengan tang (gerakan bukolingual/labiopalatal + rotasi) → cek tulang tajam, haluskan bila ada.
- Tampon + instruksi pasca-cabut lengkap → resep bila perlu.
Jangan lupa:
- Riwayat penyakit sistemik (HT, DM, jantung, asma, TBC, HIV, alergi) — konsul dulu bila positif, sebelum tindakan.
- Verifikasi anestesi bereaksi sebelum mulai — jangan mulai ekstraksi bila pasien masih merasa sensasi tajam.
- Instruksi pasca-cabut lengkap wajib disampaikan verbal sebelum pasien pulang (gigit tampon 30 menit, tidak kumur, tidak makan/minum panas, tidak merokok).
flowchart TD
A[Mulai] --> B[Anamnesa riwayat penyakit sistemik]
B --> C{Ada indikasi penyakit sistemik signifikan?}
C -->|Ya| D[Konsul BP/Lab]
D --> E{Aman untuk tindakan?}
E -->|Tidak| F[Tunda/rujuk]
E -->|Ya| G[Informed consent]
C -->|Tidak| G
G --> H[Anestesi lokal]
H --> I[Verifikasi anestesi bereaksi]
I --> J[Separasi soket, ekstraksi dengan tang]
J --> K{Ada tulang tajam?}
K -->|Ya| L[Haluskan dengan bone file]
K -->|Tidak| M[Tampon + instruksi pasca-cabut]
L --> M
M --> N[Selesai]
Bagian ini disintesis dari praktik klinis standar (WHO/Kemenkes), BUKAN dari
pengalaman operasional Thrivanta — karena dokumen sumber tidak mencatat kegagalan
aktual di lapangan. PJ Klinis wajib mereview/mengoreksi sebelum dipublikasikan
final ke wiki staf.
| Pitfall |
Mengapa |
Solusi |
| Anestesi belum bereaksi penuh saat ekstraksi dimulai |
Waktu tunggu 5–10 menit tidak dipatuhi atau verifikasi sonde dilewati |
Selalu verifikasi kebas dengan sonde dan konfirmasi verbal pasien sebelum mulai |
| Fraktur akar saat ekstraksi |
Teknik elevasi/rotasi tidak sesuai arah anatomis akar, atau gigi rapuh (karies luas) |
Evaluasi radiografi bila tersedia sebelum tindakan; gunakan gerakan terkontrol, hindari kekuatan berlebih |
| Perdarahan tidak berhenti pasca ekstraksi (>30 menit gigit tampon) |
Gangguan koagulasi tidak tergali saat anamnesa, atau tampon tidak menekan soket dengan baik |
Skrining riwayat gangguan pembekuan darah/obat antikoagulan saat anamnesa; re-tampon dengan tekanan adekuat |
| Reaksi alergi/toksisitas anestesi lokal |
Riwayat alergi tidak tergali atau dosis berlebih |
Konfirmasi riwayat alergi anestesi lokal sebelum injeksi; kenali tanda reaksi alergi/toksisitas dini |
Sama seperti di atas — kontak/eskalasi spesifik Thrivanta (nama, nomor telepon) TIDAK
BOLEH dikarang. Tulis "[●] — eskalasi ke PJ Klinis/dokter jaga, isi nama & kontak"
sebagai placeholder, bukan nama fiktif.
| Situasi |
Tindakan |
| Perdarahan tidak berhenti setelah 30 menit gigit tampon |
Evaluasi ulang soket, tampon ulang dengan tekanan, pertimbangkan penjahitan/hemostatik bila perlu · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Fraktur akar tertinggal di soket |
Evaluasi kebutuhan pengambilan sisa akar (bedah minor) atau rujuk · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Tanda reaksi alergi/anafilaksis pasca injeksi anestesi |
Hentikan tindakan, tangani sesuai protokol kegawatan anafilaksis klinik · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Pasien pusing/pingsan (sinkop vasovagal) selama/pasca tindakan |
Posisikan trendelenburg/kaki ditinggikan, monitor tanda vital · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
- Dikonversi dari dokumen sumber "DAFTAR SPO Thrivanta Jimbaran" No. 02/SPO-PG/2025 ("Tindakan Bedah Mulut"), tanggal terbit asal 28 Juli 2025.
- Keputusan pemecahan file: Dokumen sumber 02/SPO-PG/2025 membundel 2 prosedur bedah mulut yang berbeda tingkat kompleksitas dan alat (pencabutan gigi permanen sederhana vs odontektomi/pembedahan gigi impaksi). Dipecah menjadi 2 file terpisah (17a, 17b).
- Revisi 1.1: Langkah skrining suhu tubuh/gejala COVID-19 (sebelumnya langkah 1) dihapus sebagai langkah wajib bernomor — digantikan kebijakan skrining infeksi saluran napas akut standar PPI (lihat bagian Kebijakan). Langkah-langkah selanjutnya dinomori ulang.
- Sumber tidak mencantumkan kriteria kapan operator harus memutuskan rujuk/tunda tindakan bila hasil konsul BP/Lab menunjukkan kontraindikasi — flowchart di atas mencantumkan cabang ini berdasarkan logika klinis standar, bukan dari teks eksplisit sumber.
| Versi |
Tanggal |
Perubahan |
| 1.0 |
2026-07-01 |
Konversi dari SPO 02/SPO-PG/2025 (bagian A — Pencabutan Gigi Permanen) format form-akreditasi ke format wiki Thrivanta |
| 1.1 |
2026-07-01 |
Hapus langkah skrining suhu/COVID-19 bernomor (jadi kebijakan PPI standar); placeholder eskalasi diganti "PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan" (kontak langsung masih [●]); langkah dinomori ulang |