Versi: 1.1 · Update: 2026-07-01 · Owner: Dokter, Perawat — Ruang Pemeriksaan & Ruang Tindakan
Referensi Dokumen Asal: 02/SPO-PU/2025 · Tanggal terbit asal: 28 Juli 2025
Untuk mengetahui tanda vital pasien dan kondisi pasien secara umum, serta menentukan arah pemeriksaan dan terapi selanjutnya. Tanda vital adalah indikator dasar dari fungsi tubuh manusia yang penting.
Dokter dan perawat, di Ruang Pemeriksaan / Ruang Tindakan, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran.
Persiapan
Langkah-Langkah
A. Pemeriksaan Tekanan Darah
B. Pemeriksaan Pernapasan
9. Posisikan pasien berbaring; posisi pemeriksa idealnya di ujung kaki pasien.
10. Hitung frekuensi pernapasan dalam 1 menit.
11. Nilai adanya postur tubuh tertentu dan penggunaan otot bantu napas.
12. Nilai adanya sianosis sentral dan/atau perifer.
C. Pemeriksaan Suhu di Aksila
13. Siapkan termometer digital. Cuci tangan terlebih dahulu.
14. Bersihkan termometer dengan kapas alkohol.
15. Pastikan ketiak tidak basah agar tidak terjadi kesalahan hasil pemeriksaan suhu.
16. Selipkan termometer di ketiak dan tunggu sampai bunyi.
D. Pengukuran Denyut Nadi (pasien posisi terlentang)
17. Cuci tangan sebelum melakukan pemeriksaan.
18. Dengan telunjuk dan jari tengah, tekan arteri radialis sampai terdeteksi denyut maksimal. Nilai frekuensi, irama, dan kuat angkat.
19. Apabila frekuensi denyut dan irama normal, hitung frekuensi selama 30 detik lalu kalikan 2. Jika frekuensi denyut nadi sangat cepat atau sangat lambat, hitung selama 60 detik.
20. Untuk menilai irama, rasakan denyut radialis. Apabila didapatkan irama ireguler, cek kembali irama dengan menempelkan stetoskop pada apeks jantung.
E. Pemeriksaan Refleks
21. Posisikan pasien duduk atau berbaring.
22. Siapkan reflex hammer sebagai alat pemeriksaan.
23. Cuci tangan sebelum melakukan pemeriksaan.
24. Lakukan pemeriksaan refleks fisiologis dan patologis dengan memukulkan reflex hammer pada tendon yang akan diperiksa.
25. Nilai hasil pemeriksaan pasien.
F. Pemeriksaan Fisik Auskultasi
26. Posisikan pasien berbaring.
27. Minta pasien membuka pakaiannya.
28. Siapkan stetoskop untuk pemeriksaan auskultasi.
29. Cuci tangan sebelum melakukan pemeriksaan.
30. Pasang stetoskop di telinga, kemudian taruh bagian membran pada lokasi yang akan diperiksa.
31. Pada pemeriksaan suara napas: taruh stetoskop di seluruh lapangan dada, dengarkan suara napas. Jika dijumpai suara bukan vesikuler, curigai kelainan pada saluran napas pasien.
32. Pada pemeriksaan suara jantung: taruh stetoskop pada empat katup jantung, dengarkan suara S1 dan S2. Bila terdapat desah (murmur), curigai kelainan pada jantung pasien.
33. Pada pemeriksaan abdomen: taruh stetoskop pada seluruh lapangan abdomen, dengarkan peristaltiknya. Peristaltik yang meningkat menandakan kemungkinan kelainan saluran cerna.
34. Tetapkan hipotesis sementara berdasarkan temuan pemeriksaan auskultasi.
35. Minta pasien mengenakan kembali pakaiannya dan kembali ke meja periksa.
36. Catat semua hasil pemeriksaan ke dalam rekam medis elektronik.
Setelah Prosedur
Ringkasan scan-only. Harus bisa dieksekusi berdiri sendiri untuk kasus standar.
Siapkan:
Lakukan:
Jangan lupa:
Bagian ini disintesis dari praktik klinis standar (WHO/Kemenkes), BUKAN dari
pengalaman operasional Thrivanta — karena dokumen sumber tidak mencatat kegagalan
aktual di lapangan. PJ Klinis wajib mereview/mengoreksi sebelum dipublikasikan
final ke wiki staf.
| Pitfall | Mengapa | Solusi |
|---|---|---|
| Ukuran manset tensimeter tidak sesuai lingkar lengan pasien | Manset terlalu kecil/besar menyebabkan hasil tekanan darah bias (over/underestimate) | Sediakan manset dengan beberapa ukuran (dewasa standar, obesitas, pediatrik) dan pilih sesuai lingkar lengan pasien |
| Penghitungan frekuensi napas dilakukan saat pasien sadar sedang diamati, sehingga pasien secara sadar/tidak sadar mengubah pola napas | Efek observasi (observer effect) pada pernapasan volunter | Hitung frekuensi napas sesaat setelah mengukur nadi, tanpa memberi tahu pasien secara eksplisit bahwa napasnya sedang dihitung |
| Suhu aksila diukur dengan durasi kurang dari yang disyaratkan | Tergesa-gesa karena antrean, menyebabkan pembacaan suhu tidak akurat | Patuhi waktu tunggu penuh hingga termometer digital berbunyi, jangan dilepas lebih awal |
Sama seperti di atas — kontak/eskalasi spesifik Thrivanta (nama, nomor telepon) TIDAK
BOLEH dikarang. Tulis "[●] — eskalasi ke PJ Klinis/dokter jaga, isi nama & kontak"
sebagai placeholder, bukan nama fiktif.
| Situasi | Tindakan |
|---|---|
| Tekanan darah sangat tinggi (krisis hipertensi) atau sangat rendah (hipotensi berat/syok) | Ulangi pengukuran untuk konfirmasi, laporkan segera ke dokter, jangan lanjutkan alur rutin · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Saturasi oksigen rendah atau ditemukan sianosis sentral/perifer saat pemeriksaan napas | Laporkan segera, siapkan kemungkinan pemberian oksigen sesuai protokol kegawatdaruratan klinik · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Ditemukan murmur jantung atau suara napas abnormal saat auskultasi | Dokumentasikan temuan detail, laporkan ke dokter untuk evaluasi lanjutan · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Nadi sangat cepat, sangat lambat, atau irama sangat ireguler | Konfirmasi dengan auskultasi apeks jantung, laporkan segera ke dokter · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Versi | Tanggal | Perubahan |
|---|---|---|
| 1.0 | 2026-07-01 | Konversi dari SPO 02/SPO-PU/2025 format form-akreditasi ke format wiki Thrivanta |
| 1.1 | 2026-07-01 | Hapus opsi termometer air raksa (digital only); tambah kebijakan indikasi refleks/auskultasi (sesuai keluhan, bukan rutin); ganti placeholder eskalasi klinis dengan jalur PJ Pelayanan/dokter jaga |