Versi: 1.1 · Update: 2026-07-01 · Owner: Poli Umum — Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran
Referensi Dokumen Asal: 05/SPO-PU/2025 · Tanggal terbit asal: 28 Juli 2025
Untuk mengetahui cara mengukur IMT/BMI (Indeks Massa Tubuh / Body Mass Index) pasien, sehingga dapat diketahui status gizi pasien. Pemeriksaan IMT adalah pengukuran komposisi tubuh seseorang berdasarkan tinggi badan dan berat badan.
Petugas Poli Umum, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran.
- Prosedur pemeriksaan harus dijelaskan kepada pasien sebelum dimulai (disarikan dari langkah sumber).
- Cuci tangan wajib dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan (disarikan dari langkah sumber).
- Permenkes RI No. 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
¶ Standar Acuan
- Kemenkes/LAFKPK: Belum dipetakan — lihat Akreditasi/Akreditasi_Klinik_2023_Reference.md untuk EP terkait
- WHO: —
Persiapan
- Pengukur tinggi badan
- Metline
- Timbangan dewasa
Langkah-Langkah
- Jelaskan prosedur pemeriksaan kepada pasien.
- Cuci tangan sebelum melakukan pemeriksaan.
- Siapkan alat yang digunakan: timbangan dan metline.
- Minta pasien melepaskan aksesoris yang sedang dikenakan seperti jam tangan, perhiasan, kacamata, topi, sepatu, kaus kaki, dan sebagainya.
- Minta pasien mengosongkan kantungnya.
- Minta pasien berdiri tegak menghadap ke arah angka timbangan.
- Catat angka yang tertera di timbangan ke rekam medis pasien.
- Minta pasien berdiri menghadap ke depan; pemeriksa mengukur tinggi badan pasien.
- Catat tinggi badan pasien di rekam medis pasien.
- Lihat hasil IMT/BMI yang tertera di rekam medis elektronik, sampaikan hasil kepada pasien.
Setelah Prosedur
- Pastikan berat badan, tinggi badan, dan hasil IMT tercatat lengkap di rekam medis pasien.
- Fallback manual: Jika rekam medis elektronik tidak menampilkan kategori IMT otomatis, staf menghitung manual — IMT = BB(kg) / TB(m)² — lalu mengklasifikasikan sesuai kategori standar (underweight/normal/overweight/obese) sebelum menyampaikan hasil ke pasien.
Ringkasan scan-only. Harus bisa dieksekusi berdiri sendiri untuk kasus standar.
Siapkan:
Lakukan:
- Jelaskan prosedur ke pasien; cuci tangan.
- Minta pasien lepas aksesoris & kosongkan kantong.
- Timbang berat badan → catat.
- Ukur tinggi badan → catat.
- Lihat hasil IMT di rekam medis elektronik, sampaikan ke pasien.
Jangan lupa:
- Cuci tangan sebelum memulai pemeriksaan.
- Pastikan aksesoris/barang di kantong sudah dilepas agar berat badan akurat.
- Catat berat badan dan tinggi badan secara terpisah dan lengkap sebelum melihat hasil IMT otomatis.
flowchart TD
A[Mulai] --> B[Jelaskan prosedur & cuci tangan]
B --> C[Pasien lepas aksesoris & kosongkan kantong]
C --> D[Timbang berat badan, catat]
D --> E[Ukur tinggi badan, catat]
E --> F[Lihat hasil IMT di rekam medis elektronik]
F --> G[Selesai: sampaikan hasil ke pasien]
Bagian ini disintesis dari praktik klinis standar (WHO/Kemenkes), BUKAN dari
pengalaman operasional Thrivanta — karena dokumen sumber tidak mencatat kegagalan
aktual di lapangan. PJ Klinis wajib mereview/mengoreksi sebelum dipublikasikan
final ke wiki staf.
| Pitfall |
Mengapa |
Solusi |
| Pasien masih memakai sepatu/pakaian tebal saat ditimbang |
Menambah berat badan terukur secara artifisial, menggeser hasil IMT |
Konfirmasi ulang secara verbal bahwa alas kaki dan pakaian luar sudah dilepas sebelum membaca angka timbangan |
| Postur pasien tidak tegak sempurna saat pengukuran tinggi badan (menunduk, berjinjit, membungkuk) |
Menghasilkan bias pada angka tinggi badan |
Pastikan tumit, bokong, dan bahu menempel pada pengukur tinggi badan (bila alat memungkinkan), kepala dalam posisi Frankfurt plane |
| Timbangan tidak dikalibrasi/dinolkan (di-tare) sebelum digunakan |
Alat mekanis/digital dapat mengalami drift dari waktu ke waktu |
Kalibrasi/tera timbangan secara berkala sesuai jadwal maintenance alat klinik |
Sama seperti di atas — kontak/eskalasi spesifik Thrivanta (nama, nomor telepon) TIDAK
BOLEH dikarang. Tulis "[●] — eskalasi ke PJ Klinis/dokter jaga, isi nama & kontak"
sebagai placeholder, bukan nama fiktif.
| Situasi |
Tindakan |
| Hasil IMT menunjukkan kategori obesitas atau underweight berat (ekstrem) |
Sampaikan hasil ke pasien dengan sensitif, laporkan ke dokter untuk evaluasi status gizi lanjutan · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Pasien tidak dapat berdiri tegak mandiri (disabilitas, lansia, kondisi medis tertentu) untuk pengukuran tinggi badan standar |
Gunakan metode alternatif pengukuran tinggi/panjang badan sesuai kondisi pasien · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Rekam medis elektronik tidak menampilkan hasil IMT otomatis setelah input berat/tinggi badan |
Hitung manual (BB(kg) / TB(m)²) sebagai langkah sementara, laporkan kendala sistem · eskalasi: Manajer Klinik / Asisten Manajer Klinik |
- Dikonversi dari dokumen sumber "DAFTAR SPO Thrivanta Jimbaran" No. 05/SPO-PU/2025, tanggal terbit asal 28 Juli 2025.
- Dokumen sumber mencantumkan "No. Revisi Jumlah Halaman: 1/2" — sama seperti SPO 01 dan 02, tidak dapat dipastikan mana nomor revisi dan mana halaman. Dicatat, tidak diasumsikan.
- Gap prosedural bernama-alat: langkah 3 sumber menyebutkan "skinfold caliper" sebagai alat yang digunakan, namun skinfold caliper (untuk pengukuran lipatan kulit/persentase lemak tubuh) tidak muncul di daftar "Peralatan dan Bahan" pada bagian atas dokumen sumber (hanya mencantumkan pengukur tinggi badan, metline, timbangan dewasa), dan tidak ada langkah eksplisit yang menjelaskan cara memakai skinfold caliper dalam prosedur. Ini kemungkinan sisa dari SOP lain (pengukuran komposisi tubuh/lemak) yang tercampur ke dokumen ini, atau alat yang direncanakan tapi belum diimplementasikan dalam langkah. Dicatat sebagai inkonsistensi sumber, tidak dihapus maupun ditambahkan langkah penggunaannya.
- Dokumen sumber ditandatangani di "Kedonganan", bukan "Jimbaran", meski header menyebut "Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran" — inkonsistensi lokasi dari sumber asli, tidak diubah.
- Prosedur mengasumsikan rekam medis elektronik menghitung IMT secara otomatis dari input berat/tinggi badan ("Lihat hasil BMI yang tertera di rekam medis elektronik") — sumber tidak menjelaskan rumus/metode perhitungan atau kategori interpretasi IMT (kurus/normal/gemuk/obesitas), sehingga langkah interpretasi hasil ke pasien bergantung penuh pada sistem RM elektronik tanpa panduan cadangan manual.
- Tidak ditemukan materi usang terkait skrining COVID-19 di dokumen ini.
| Versi |
Tanggal |
Perubahan |
| 1.0 |
2026-07-01 |
Konversi dari SPO 05/SPO-PU/2025 format form-akreditasi ke format wiki Thrivanta |
| 1.1 |
2026-07-01 |
Hapus referensi skinfold caliper (bleed-over dari SOP lain); tambah fallback perhitungan IMT manual bila EMR tidak menampilkan kategori otomatis; ganti placeholder eskalasi klinis/operasional dengan jalur PJ Pelayanan/dokter jaga dan Manajer Klinik/Asisten Manajer Klinik |