Versi: 1.1 · Update: 2026-07-01 · Owner: Dokter, Perawat — Poli Umum Ruang Tindakan
Referensi Dokumen Asal: 06/SPO-PU/2025 · Tanggal terbit asal: 28 Juli 2025
Menggunakan alat nebulizer dengan benar sesuai fungsinya, yaitu memberikan obat per inhalasi sesuai indikasi.
Dilakukan oleh dokter/perawat di Poli Umum Ruang Tindakan, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran.
Persiapan
Langkah-Langkah
Persiapan Pasien
Persiapan Alat
4. Sambungkan kabel daya ke stop kontak, pastikan alat dalam kondisi OFF.
5. Lepaskan tutup dan inhalation top dari tangki obat.
6. Masukkan obat atau cairan yang akan diberikan ke dalam tangki obat.
7. Tutup dan satukan kembali inhalation top dengan tangki obat.
8. Sambungkan dengan sungkup muka (masker nebulizer).
9. Sambungkan pipa udara bawah dengan konektor alat.
Prosedur Inhalasi
10. Posisikan sungkup pada pasien dalam posisi tegak.
11. Minta pasien memegang sungkup agar tidak miring lebih dari 45°, karena obat dapat tumpah atau alat tidak bekerja maksimal.
12. Nyalakan alat hingga terdengar kompresor menyala dan aerosol dihasilkan.
13. Instruksikan pasien untuk menghirup uap obat hingga obat habis dan uap tidak keluar lagi.
14. Matikan mesin dan lepaskan sungkup.
Pasca Tindakan
15. Jelaskan kepada pasien bahwa prosedur sudah selesai.
16. Evaluasi dan pantau kondisi pasien, dengan parameter monitoring pasca-tindakan berikut sebelum pasien dipulangkan/lanjut ke layanan lain:
- SpO2 target ≥95%
- Laju napas dalam rentang normal
- Tidak ada tanda efek samping bronkodilator (takikardia, tremor)
17. Bersihkan alat-alat dan simpan kembali pada tempatnya.
18. Dokumentasikan tindakan pada rekam medis.
Setelah Prosedur
Ringkasan scan-only. Harus bisa dieksekusi berdiri sendiri untuk kasus standar.
Siapkan:
Lakukan:
Jangan lupa:
[Satu titik keputusan: lanjut inhalasi hingga obat/uap habis sebelum alat dimatikan.]
Bagian ini disintesis dari praktik klinis standar (WHO/Kemenkes), BUKAN dari
pengalaman operasional Thrivanta — karena dokumen sumber tidak mencatat kegagalan
aktual di lapangan. PJ Klinis wajib mereview/mengoreksi sebelum dipublikasikan
final ke wiki staf.
| Pitfall | Mengapa | Solusi |
|---|---|---|
| Sungkup miring >45° selama inhalasi | Obat tumpah/terbuang, dosis efektif berkurang, alat tidak bekerja maksimal | Instruksikan dan bantu pasien menahan sungkup tetap tegak; untuk anak/lansia, dampingi aktif selama tindakan |
| Masker tidak sesuai ukuran wajah pasien | Kebocoran aerosol ke lingkungan, dosis inhalasi berkurang | Pilih ukuran masker sesuai usia/ukuran wajah pasien sebelum memulai |
| Alat tidak dibersihkan/didisinfeksi antar pasien | Risiko kontaminasi silang saluran napas | Bersihkan/disinfeksi bagian yang kontak pasien (masker, tangki, corrugated tube) sesuai protokol PPI setelah tiap penggunaan |
| Obat/dosis tidak dicocokkan ulang dengan instruksi dokter sebelum dimasukkan ke tangki | Risiko kesalahan obat/dosis (medication error) | Lakukan verifikasi ganda (nama obat, dosis, identitas pasien) sebelum obat dimasukkan ke tangki nebulizer |
Sama seperti di atas — kontak/eskalasi spesifik Thrivanta (nama, nomor telepon) TIDAK
BOLEH dikarang. Eskalasi klinis: "PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak
langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya". Eskalasi operasional
non-klinis: Manajer Klinik / Asisten Manajer Klinik.
| Situasi | Tindakan |
|---|---|
| Pasien mengalami sesak memberat, takikardia, atau tremor hebat selama/setelah nebulisasi (kemungkinan efek samping bronkodilator atau perburukan klinis) | Hentikan tindakan, monitor tanda vital, posisikan pasien nyaman, berikan oksigen dari Tabung Oksigen bila tersedia dan terindikasi · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Alat nebulizer (Nebulizer Omron) tidak menghasilkan aerosol/kompresor tidak menyala | Periksa sambungan listrik, tangki obat, dan pipa udara; jangan paksakan penggunaan alat yang rusak; gunakan unit cadangan (2 unit tersedia) bila tersedia · eskalasi: Manajer Klinik / Asisten Manajer Klinik |
| Pasien menunjukkan tanda reaksi alergi/anafilaksis terhadap obat inhalasi | Hentikan segera pemberian obat, ikuti SPO Syok Anafilaktik klinik, siapkan penanganan gawat darurat · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Pasien anak/tidak kooperatif menolak memakai sungkup | Coba pendekatan bertahap/didampingi orang tua, pertimbangkan mouthpiece bila tersedia dan sesuai usia, jangan memaksa dengan tekanan fisik berlebih · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| SpO2 <95%, laju napas abnormal, atau tanda efek samping bronkodilator menetap pasca-tindakan, pasien tidak layak dipulangkan | Lanjutkan observasi, pertimbangkan rujukan sesuai jalur penjaminan pasien (SHE → RSU Surya Husadha Nusa Dua; lainnya → RS Kasih Ibu Kedonganan sebagai pilihan pertama, alternatif RSU Surya Husadha Nusa Dua / Siloam / BIMC Kuta-Nusa Dua / RS Bali Jimbaran) · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Versi | Tanggal | Perubahan |
|---|---|---|
| 1.0 | 2026-07-01 | Konversi dari SPO 06/SPO-PU/2025 format form-akreditasi ke format wiki Thrivanta |
| 1.1 | 2026-07-01 | Tambah parameter monitoring pasca-tindakan konkret (SpO2, laju napas, tanda efek samping bronkodilator); standarisasi jalur eskalasi klinis/operasional; selaraskan alat dengan inventaris klinik (Nebulizer Omron 2 unit, Tabung Oksigen, Tensimeter Digital) |