Versi: 1.1 · Update: 2026-07-01 · Owner: Dokter / Perawat, Ruang Tindakan
Referensi Dokumen Asal: 08/SPO-PU/2025 · Tanggal terbit asal: 28 Juli 2025
Sebagai acuan langkah-langkah pemberian obat melalui pembuluh darah vena (intravena), yaitu metode memasukkan obat langsung ke aliran darah vena.
Dilakukan oleh dokter dan/atau perawat di Poli Umum / Ruang Tindakan, Ruang Periksa, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran.
- Identifikasi pasien wajib dilakukan sebelum pemberian obat, dan prinsip 5 Benar (Benar Obat, Benar Dosis, Benar Pasien, Benar Waktu, Benar Cara Pemberian) wajib diverifikasi dengan double check antar tenaga medis sebelum injeksi diberikan (disarikan dari langkah sumber).
- Aspirasi wajib dilakukan sebelum obat didorong masuk untuk memastikan jarum/kanula benar-benar berada di dalam vena (ada darah saat diaspirasi) — ini ditekankan eksplisit di sumber sebagai "Hal yang perlu diperhatikan".
- SOP ini scoped untuk pasien dewasa. Pasien anak dengan kondisi yang memerlukan tindakan ini dirujuk ke [●] fasilitas dengan kapasitas pediatrik.
- Permenkes RI No. 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
¶ Standar Acuan
- Kemenkes/LAFKPK: Belum dipetakan — lihat Akreditasi/Akreditasi_Klinik_2023_Reference.md untuk EP terkait
- WHO: —
Persiapan
- Piala ginjal (bengkok)
- Syringe untuk membilas
- Syringe steril sesuai kebutuhan
- Alkohol swab
- NaCl 0,9%
- Tempat sampah atau plastik kuning kecil
- Handscoen
Langkah-Langkah
- Lakukan identifikasi pasien sebelum memberikan obat.
- Lakukan double check obat yang akan diberikan dengan dokter atau perawat lainnya, dengan prinsip 5 Benar (Benar Obat, Benar Dosis, Benar Pasien, Benar Waktu, Benar Cara Pemberian).
- Cuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer.
- Siapkan obat yang akan diberikan.
- Dekatkan semua peralatan ke tempat pasien atau dalam jangkauan perawat.
- Jelaskan prosedur yang akan dilakukan dan kemungkinan efek samping kepada pasien.
- Aspirasi obat ke dalam syringe.
- Gunakan sarung tangan non steril.
- Pastikan tidak ada udara di dalam syringe.
- Desinfeksi daerah tusukan, atau pangkal three way, dengan alkohol swab.
- Sebelum mendorong obat, aspirasi terlebih dahulu dan pastikan ada darah saat diaspirasi.
- Bilas kanula dengan NaCl 0,9% sebelum memberikan obat selanjutnya.
- Masukkan obat ke dalam pembuluh darah secara perlahan-lahan.
- Jelaskan kemungkinan efek samping kepada pasien jika muncul reaksi.
- Observasi reaksi obat pada pasien.
- Buang jarum habis pakai ke safety box.
Setelah Prosedur
- Buang jarum/alat tajam habis pakai ke safety box (dinyatakan eksplisit di sumber, langkah 15/16 di atas).
- Observasi pasien di tempat minimal beberapa menit (mis. 15 menit) pasca-injeksi untuk deteksi dini reaksi alergi/anafilaksis, sebelum pasien meninggalkan area tindakan.
- Dokumentasikan tindakan pada rekam medis dan formulir informed consent (dokumen terkait sesuai sumber).
Ringkasan scan-only. Harus bisa dieksekusi berdiri sendiri untuk kasus standar.
Siapkan:
Lakukan:
- Identifikasi pasien + double check 5 Benar.
- Cuci tangan, siapkan obat, jelaskan prosedur ke pasien.
- Pakai sarung tangan, aspirasi obat, keluarkan udara dari syringe.
- Desinfeksi area tusukan/pangkal three way.
- Aspirasi ulang — pastikan ada darah — baru dorong obat perlahan.
- Observasi reaksi obat, buang jarum ke safety box.
Jangan lupa:
- Aspirasi dulu, pastikan darah tampak, baru dorong obat — jangan langsung mendorong.
- Observasi reaksi/efek samping setelah obat masuk, jangan tinggalkan pasien segera.
flowchart TD
A[Mulai] --> B[Identifikasi pasien + double check 5 Benar]
B --> C[Siapkan obat & jelaskan ke pasien]
C --> D[Aspirasi obat ke syringe, pakai sarung tangan]
D --> E[Desinfeksi area tusukan]
E --> F[Aspirasi: ada darah?]
F -- Tidak ada darah / posisi meragukan --> G[Reposisi jarum, ulangi aspirasi]
G --> F
F -- Ada darah, posisi benar --> H[Dorong obat perlahan]
H --> I[Observasi reaksi obat]
I --> J[Buang jarum ke safety box]
J --> K[Selesai]
Bagian ini disintesis dari praktik klinis standar (WHO/Kemenkes), BUKAN dari
pengalaman operasional Thrivanta — karena dokumen sumber tidak mencatat kegagalan
aktual di lapangan. PJ Klinis wajib mereview/mengoreksi sebelum dipublikasikan
final ke wiki staf.
| Pitfall |
Mengapa |
Solusi |
| Mendorong obat tanpa aspirasi ulang |
Jarum bisa bergeser keluar vena antara insersi dan penyuntikan |
Selalu aspirasi ulang tepat sebelum mendorong, konfirmasi darah balik |
| Ekstravasasi (obat masuk ke jaringan sekitar, bukan vena) |
Kanula terlepas sebagian atau menembus vena |
Hentikan injeksi bila pasien mengeluh nyeri/bengkak lokal saat penyuntikan; observasi area tusukan selama pemberian |
| Emboli udara |
Udara tidak sepenuhnya dikeluarkan dari syringe sebelum injeksi |
Selalu periksa dan keluarkan gelembung udara sebelum penyuntikan (sudah ada di langkah 9 sumber) |
| Reaksi alergi/anafilaksis tidak terdeteksi dini |
Observasi setelah injeksi terlalu singkat |
Tetap dampingi pasien beberapa menit pasca-injeksi, terutama untuk obat berisiko tinggi; siapkan rujukan ke SPO Syok Anafilaktik bila muncul tanda |
Sama seperti di atas — kontak/eskalasi spesifik Thrivanta (nama, nomor telepon) TIDAK
BOLEH dikarang. Tulis "[●] — eskalasi ke PJ Klinis/dokter jaga, isi nama & kontak"
sebagai placeholder, bukan nama fiktif.
| Situasi |
Tindakan |
| Tidak ada darah balik saat aspirasi / dicurigai jarum tidak di vena |
Jangan dorong obat; cabut dan reposisi atau ulangi penusukan di lokasi lain · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Pasien menunjukkan tanda reaksi alergi/anafilaksis pasca-injeksi |
Hentikan pemberian bila masih berlangsung, ikuti SPO Syok Anafilaktik, monitor tanda vital · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Staf tertusuk jarum bekas (needle-stick injury) |
Cuci area dengan sabun & air mengalir segera, JANGAN dihisap/dipencet paksa, laporkan segera ke PJ Pelayanan/dokter jaga untuk evaluasi risiko pajanan · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
- Dikonversi dari dokumen sumber "DAFTAR SPO Thrivanta Jimbaran" No. 08/SPO-PU/2025, tanggal terbit asal 28 Juli 2025.
- Sumber tidak mencantumkan protokol needle-stick injury (tertusuk jarum bekas pakai) meski instruksi pembuangan ke safety box ada — protokol dasar (cuci area, jangan dihisap/dipencet, lapor ke PJ Pelayanan/dokter jaga) sudah ditambahkan di Troubleshooting pada revisi 1.1; evaluasi risiko pajanan HBV/HIV lanjutan tetap memerlukan konfirmasi PJ Klinis.
- Sumber tidak menyebutkan ukuran/jenis jarum atau kriteria pemilihan syringe secara spesifik — hanya "syringe steril sesuai kebutuhan".
- Header dokumen sumber mencantumkan "No. Revisi" tanpa isi angka (kolom kosong pada OCR) — tidak jelas apakah ini revisi ke-0/1 atau data hilang; dicatat, tidak ditebak.
- Dokumen sumber ditandatangani "Kedonganan, 28 Juli 2025" meski judul header menyebut "Poli Umum Ruang Tindakan" Thrivanta Jimbaran — kemungkinan artefak template lintas-cabang, dicatat apa adanya, tidak diubah.
| Versi |
Tanggal |
Perubahan |
| 1.0 |
2026-07-01 |
Konversi dari SPO 08/SPO-PU/2025 format form-akreditasi ke format wiki Thrivanta |
| 1.1 |
2026-07-01 |
Perjelas jalur eskalasi (PJ Pelayanan/dokter jaga; Manajer Klinik untuk non-klinis), tambah scoping pasien dewasa, tambah protokol needle-stick dasar, tambah durasi observasi pasca-injeksi eksplisit (±15 menit) |