Versi: 1.1 · Update: 2026-07-01 · Owner: [●] — isi dari unit terkait Poli Umum Ruang Tindakan, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran
Referensi Dokumen Asal: 09/SPO-PU/2025 · Tanggal terbit asal: 28 Juli 2025
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mendiagnosis dan melakukan penatalaksanaan vulnus excoriasi (luka lecet) — cedera pada epidermis akibat pergesekan dengan benda berpermukaan kasar.
Dilakukan oleh dokter/perawat di Poli Umum Ruang Tindakan, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran.
Persiapan
Langkah-Langkah
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
4. Tentukan lokasi luka.
5. Tentukan kemungkinan adanya cedera atau struktur yang lebih dalam jika luka terdapat pada thorax (dada) dan abdomen (perut).
6. Eksplorasi luka: cari benda asing yang mungkin tertinggal pada luka.
7. Eksplorasi luka: tentukan adanya jaringan yang telah mati.
Penanganan
8. Tanyakan riwayat alergi obat dan reaksinya pada pasien sebelum melakukan tindakan.
8a. Tanyakan riwayat imunisasi tetanus pasien. Jika luka kotor/terkontaminasi dan status tidak jelas atau >5 tahun sejak booster terakhir, pertimbangkan profilaksis tetanus sesuai kebijakan medis standar.
9. Bersihkan luka dengan saline.
10. Apabila luka terlihat kotor, bersihkan lagi dengan cairan antiseptic (contoh: sterobac).
11. Oleskan salep hyaluronic acid kombinasi antibiotic topical (contoh: ialuset plus) sesuai indikasi dan riwayat alergi pasien.
12. Pada beberapa kasus, tambahkan antibiotic powder sesuai instruksi dokter.
13. Tutup luka dengan absorbent dressing (contoh: melolin).
14. Tutup dengan kasa steril yang kering dan plester dengan hypafix.
15. Apabila luka berada di bagian yang sering kontak dengan air, plester luka dengan plester anti air transparan.
16. Instruksikan penggantian balutan setiap hari sekali sampai luka sembuh.
Setelah Prosedur
Ringkasan scan-only. Harus bisa dieksekusi berdiri sendiri untuk kasus standar.
Siapkan:
Lakukan:
Jangan lupa:
Bagian ini disintesis dari praktik klinis standar (WHO/Kemenkes), BUKAN dari
pengalaman operasional Thrivanta — karena dokumen sumber tidak mencatat kegagalan
aktual di lapangan. PJ Klinis wajib mereview/mengoreksi sebelum dipublikasikan
final ke wiki staf.
| Pitfall | Mengapa | Solusi |
|---|---|---|
| Melewatkan tanya riwayat alergi sebelum aplikasi topical | Reaksi alergi terhadap salep/antibiotic topical dapat terjadi meski luka minor | Jadikan pertanyaan alergi sebagai langkah wajib sebelum aplikasi obat topical apa pun, catat di rekam medis |
| Tidak mengeksplorasi benda asing tersisa | Benda asing yang tertinggal (kerikil, serpihan) memicu infeksi/reaksi jaringan kronis | Eksplorasi luka secara sistematis sebelum penutupan, terutama luka akibat jatuh di permukaan kasar/berpasir |
| Menutup luka kotor/terkontaminasi berat tanpa debridement/evaluasi lanjut | Luka excoriasi terkontaminasi berisiko infeksi bila langsung ditutup rapat | Bersihkan tuntas, pertimbangkan status tetanus, evaluasi ulang bila tanda infeksi sebelum menutup rapat |
| Tidak mengevaluasi status imunisasi tetanus | Luka lecet dengan kontaminasi tanah/benda kotor tetap berisiko tetanus | Tanyakan riwayat imunisasi tetanus dan pertimbangkan booster sesuai indikasi |
Sama seperti di atas — kontak/eskalasi spesifik Thrivanta (nama, nomor telepon) TIDAK
BOLEH dikarang. Tulis "[●] — eskalasi ke PJ Klinis/dokter jaga, isi nama & kontak"
sebagai placeholder, bukan nama fiktif.
| Situasi | Tindakan |
|---|---|
| Dicurigai cedera struktur dalam pada luka thorax/abdomen | Hentikan penanganan luka lokal, evaluasi tanda bahaya (sesak, nyeri hebat, distensi abdomen) · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Tanda reaksi alergi setelah aplikasi salep/antibiotic topical | Hentikan pemakaian, bersihkan area, observasi tanda reaksi sistemik · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Tanda infeksi pada kontrol ulang (kemerahan meluas, pus, demam) | Evaluasi ulang oleh dokter, pertimbangkan kultur/antibiotik sistemik · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Versi | Tanggal | Perubahan |
|---|---|---|
| 1.0 | 2026-07-01 | Konversi dari SPO 09/SPO-PU/2025 format form-akreditasi ke format wiki Thrivanta |
| 1.1 | 2026-07-01 | Tambah skrining status tetanus eksplisit di Kebijakan & Prosedur; standardisasi placeholder eskalasi (PJ Pelayanan/dokter jaga) |