Versi: 1.1 · Update: 2026-07-01 · Owner: Dokter, Perawat — Poli Umum Ruang Tindakan
Referensi Dokumen Asal: 10/SPO-PU/2025 · Tanggal terbit asal: 28 Juli 2025
Mengevaluasi fungsi jantung dan mengetahui aktivitas listrik jantung melalui pencatatan grafis (elektrokardiogram). Sewaktu impuls jantung melewati jantung, arus listrik menyebar ke jaringan sekitar jantung dan sebagian kecil menyebar ke seluruh permukaan tubuh; impuls yang masuk ke jantung membangkitkan sistem konduksi jantung sehingga terjadi potensial aksi.
Dilakukan oleh dokter/perawat di Poli Umum Ruang Tindakan, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran.
Persiapan
Catatan kapasitas klinik: Klinik hanya memiliki lab POCT (glukosa, kolesterol, asam urat) dan EKG — tidak ada radiologi, tidak ada apoteker tetap, dan tidak ada AED. Klinik tidak memiliki kapasitas observasi kardiologi lanjutan; temuan kritis harus distabilisasi lalu dirujuk (lihat Setelah Prosedur & Troubleshooting).
Langkah-Langkah
Persiapan Alat
Persiapan Pasien
3. Beri pengetahuan kepada pasien dan keluarga tentang tujuan perekaman EKG.
4. Jaga privasi klien.
5. Minta pasien membuka pakaian pada area yang diperlukan untuk pemasangan elektroda.
6. Lepaskan seluruh logam yang terpasang di bagian tubuh pasien.
7. Baringkan pasien terlentang dalam keadaan tenang selama perekaman.
Cara Menempatkan Elektrode — Ekstremitas
8. Sebelum pemasangan elektrode, bersihkan kulit pasien di sekitar area pemasangan manset.
9. Beri jelly pada area tersebut.
10. Hubungkan kabel elektrode dengan pasien.
11. Pasang elektrode ekstremitas atas pada pergelangan tangan kanan dan kiri, searah dengan telapak tangan.
12. Pasang elektrode ekstremitas bawah pada pergelangan kaki kanan dan kiri sebelah dalam.
13. Catatan posisi: posisi pada pergelangan bukanlah mutlak — bila diperlukan, elektrode dapat dipasang sampai ke bahu kiri dan kanan, serta pangkal paha kiri dan kanan.
14. Hubungkan kabel-kabel sesuai kode warna dan lokasi berikut:
- Merah (RA/R) — lengan kanan
- Kuning (LA/L) — lengan kiri
- Hijau (LF/F) — tungkai kiri
- Hitam (RF/N) — tungkai kanan (sebagai ground)
15. Hubungkan kabel dengan elektroda sesuai rincian berikut:
- Kabel merah dihubungkan pada elektroda di pergelangan tangan kanan
- Kabel kuning dihubungkan pada elektroda di pergelangan tangan kiri
- Kabel hijau dihubungkan pada elektroda di pergelangan kaki kiri
- Kabel hitam dihubungkan pada elektroda di pergelangan kaki kanan
Cara Menempatkan Elektrode — Prekordial (Dada)
16. Bersihkan permukaan kulit di dada klien yang akan dipasang elektroda prekordial dengan kapas alkohol.
17. Beri jelly pada setiap elektroda.
18. Pasangkan elektroda pada tempat yang telah dibersihkan.
19. Hubungkan kabel dengan elektroda sesuai rincian berikut:
- C1 — untuk Lead V1, dengan kabel merah
- C2 — untuk Lead V2, dengan kabel kuning
- C3 — untuk Lead V3, dengan kabel hijau
- C4 — untuk Lead V4, dengan kabel coklat
- C5 — untuk Lead V5, dengan kabel hitam
- C6 — untuk Lead V6, dengan kabel ungu
20. Catatan: titik C2 dan C4 merupakan titik-titik yang juga digunakan untuk mendengarkan bunyi jantung I dan II.
Lokasi Pemasangan Elektroda Prekordial (tabel acuan):
| Jenis Elektroda | Warna Elektroda | Lokasi Pemasangan |
|---|---|---|
| V1 | Merah | Sela iga ke-4 pada ujung sternum kanan |
| V2 | Kuning | Sela iga ke-4 pada ujung sternum kiri |
| V3 | Hijau | Di antara V2 dan V4 |
| V4 | Coklat | Sela iga ke-5 pada linea midklavikula kiri |
| V5 | Hitam | Sejajar dengan V4 pada linea aksila anterior kiri |
| V6 | Ungu | Sejajar dengan V4 dan V5 pada linea midaksila kiri |
Selama Perekaman
21. Pantau status kesehatan klien setiap saat selama perekaman.
22. Pastikan pemasangan EKG sesuai dengan cara yang benar.
23. Usahakan pasien tidak terkena besi bed (rangka tempat tidur), tidak batuk, dan tidak mengobrol selama perekaman, karena dapat memengaruhi hasil EKG.
Setelah Prosedur
24. Catat hal-hal penting berikut pada hasil rekaman EKG:
- Nama pasien
- Tanggal/jam
- Nama penanggung jawab dokumentasi (dicatat di kiri bawah rekaman)
- Nomor rekam medik pasien
- Frekuensi jantung per menit
- Irama jantung
- Gelombang P
- Interval P-R
- Kompleks QRS
- Gelombang T
- Gelombang U
- Kelainan EKG yang ditemukan
25. Dokumen terkait (rekam medis, formulir informed consent) diarsipkan sesuai jalur normal klinik.
26. Bila gambaran EKG mencurigakan STEMI/aritmia mengancam nyawa — jangan tunggu:
1. Mulai stabilisasi sesuai algoritma ACLS (oksigen, akses IV, monitoring — untuk henti jantung lihat SOP RJP; klinik tidak memiliki AED, jadi tidak ada langkah defibrilasi di tempat).
2. Hubungi dokter jaga/PJ Pelayanan langsung.
3. Siapkan rujukan emergency sesuai jalur penjaminan pasien (lihat SOP Syok Anafilaktik untuk contoh redaksi rujukan RS berbasis penjamin) begitu kondisi cukup stabil untuk transport.
Ringkasan scan-only. Harus bisa dieksekusi berdiri sendiri untuk kasus standar.
Siapkan:
Lakukan:
Jangan lupa:
[Dua titik keputusan: (1) memastikan kondisi pasien stabil/tenang sebelum perekaman dilanjutkan; (2) bila hasil mencurigakan STEMI/aritmia mengancam nyawa, jalur stabilisasi-dulu-baru-rujuk diaktifkan sebelum kasus dianggap selesai.]
Bagian ini disintesis dari praktik klinis standar (WHO/Kemenkes), BUKAN dari
pengalaman operasional Thrivanta — karena dokumen sumber tidak mencatat kegagalan
aktual di lapangan. PJ Klinis wajib mereview/mengoreksi sebelum dipublikasikan
final ke wiki staf.
| Pitfall | Mengapa | Solusi |
|---|---|---|
| Kabel ekstremitas atau prekordial tertukar (mis. RA/LA terbalik) | Menghasilkan pola EKG artifaktual yang menyerupai kelainan jantung (mis. aksis terbalik), berisiko misdiagnosis | Ikuti kode warna & lokasi secara konsisten, verifikasi visual sebelum menekan tombol rekam |
| Elektroda V1–V6 dipasang di sela iga yang salah | Morfologi gelombang R/S di lead prekordial berubah, interpretasi infark/hipertrofi jadi keliru | Palpasi sela iga secara sistematis dari angulus sternalis (sela iga ke-2) turun ke sela iga ke-4/5 sebelum menempel elektroda |
| Pasien bergerak, bicara, atau menggigil selama perekaman | Menimbulkan artefak (baseline wander, muscle artifact) yang mengaburkan gelombang asli | Pastikan ruangan nyaman/tidak dingin, instruksikan pasien diam dan rileks, ulangi rekaman bila artefak signifikan |
| Kontak elektroda-kulit buruk (kulit berminyak, berbulu, atau jelly kurang) | Sinyal lemah/noise tinggi, rekaman tidak terbaca | Bersihkan kulit dengan kapas alkohol, cukur bila perlu (dengan persetujuan pasien), pastikan jelly cukup pada tiap elektroda |
| Kalibrasi/kecepatan mesin tidak diperiksa ulang sebelum rekaman | Interpretasi amplitudo dan interval waktu jadi tidak akurat dibanding standar (1 mV/10 mm, 25 mm/detik) | Selalu verifikasi kalibrasi dan kecepatan pada strip rekaman sebelum diserahkan untuk interpretasi |
Sama seperti di atas — kontak/eskalasi spesifik Thrivanta (nama, nomor telepon) TIDAK
BOLEH dikarang. Eskalasi klinis: "PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak
langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya". Eskalasi operasional
non-klinis: Manajer Klinik / Asisten Manajer Klinik.
| Situasi | Tindakan |
|---|---|
| Gambaran mencurigakan STEMI/aritmia mengancam nyawa — jangan tunggu | (1) Stabilisasi sesuai algoritma ACLS (oksigen, akses IV, monitoring — untuk henti jantung lihat SOP RJP; klinik tidak memiliki AED, tidak ada langkah defibrilasi di tempat); (2) hubungi dokter jaga/PJ Pelayanan langsung; (3) siapkan rujukan emergency sesuai jalur penjaminan pasien (lihat SOP Syok Anafilaktik untuk contoh redaksi rujukan RS berbasis penjamin) begitu stabil untuk transport · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Hasil EKG menunjukkan gambaran mencurigakan iskemia/infark akut (mis. elevasi/depresi segmen ST signifikan) tanpa gejala akut saat ini | Segera informasikan dokter jaga, jangan menunda, siapkan penanganan kegawatdaruratan jantung sesuai protokol klinik (lihat baris stabilisasi di atas) · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Pasien menunjukkan gejala akut selama perekaman (nyeri dada hebat, sesak, pingsan) | Hentikan perekaman bila membahayakan pasien, prioritaskan stabilisasi pasien (ACLS, klinik tidak punya AED), panggil bantuan medis segera · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Mesin EKG tidak dapat kalibrasi atau hasil rekaman tidak stabil/banyak artefak meski pasien sudah tenang | Periksa kabel dan elektroda, coba ulang; bila alat tetap bermasalah, jangan gunakan untuk interpretasi klinis, laporkan kerusakan alat · eskalasi: Manajer Klinik / Asisten Manajer Klinik |
| Pasien menolak melepas logam/perhiasan yang tidak dapat dilepas (mis. tindik permanen) | Jauhkan area logam dari kontak elektroda/bed sebisa mungkin, dokumentasikan sebagai potensi sumber artefak pada hasil · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Temuan kritis memerlukan rujukan lanjut, tapi klinik tidak punya radiologi/apoteker tetap/AED untuk penanganan lanjutan di tempat | Jangan tunda rujukan menunggu pemeriksaan penunjang yang tidak tersedia di klinik; stabilisasi dasar lalu rujuk sesuai penjaminan: SHE → RSU Surya Husadha Nusa Dua; lainnya → RS Kasih Ibu Kedonganan (terdekat), alternatif RSU Surya Husadha Nusa Dua / Siloam / BIMC Kuta-Nusa Dua / RS Bali Jimbaran · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Versi | Tanggal | Perubahan |
|---|---|---|
| 1.0 | 2026-07-01 | Konversi dari SPO 10/SPO-PU/2025 format form-akreditasi ke format wiki Thrivanta |
| 1.1 | 2026-07-01 | Tambah alur eskalasi temuan kritis STEMI/aritmia mengancam nyawa (stabilisasi ACLS dulu, klinik tidak punya AED, baru rujuk) di Prosedur, Flowchart, dan Troubleshooting; standarisasi jalur eskalasi klinis/operasional; klarifikasi keterbatasan kapasitas klinik (tanpa radiologi/apoteker tetap/AED) |