Versi: 1.1 · Update: 2026-07-01 · Owner: Dokter / Perawat, Ruang Tindakan
Referensi Dokumen Asal: 13/SPO-PU/2025 · Tanggal terbit asal: 28 Juli 2025
Sebagai acuan tindakan medis untuk pemenuhan kebutuhan cairan pasien melalui pemberian cairan pengganti atau obat langsung ke pembuluh darah vena.
Dilakukan oleh dokter dan/atau perawat di Poli Umum / Ruang Tindakan, Ruang Periksa, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran.
Persiapan
Langkah-Langkah
Persiapan pasien:
Pelaksanaan:
4. Atur posisi tiang infus.
5. Cuci tangan.
6. Buka plastik infus set dengan benar.
7. Jaga kesterilan ujung selang infus set.
8. Gantungkan infus set dengan cairan infus, posisi cairan infus mengarah ke atas.
9. Gantungkan cairan infus pada standar cairan infus.
10. Isi kompartemen infus set dengan cara menekan (jangan sampai terendam).
11. Isi selang infus dengan cairan hingga penuh dan benar.
12. Tutup ujung selang, pertahankan kesterilan.
13. Cek adanya udara dalam selang.
14. Pakai sarung tangan.
15. Pilih posisi yang tepat untuk memasang infus.
16. Letakkan perlak dan pengalas di bawah bagian yang akan dipungsi.
17. Pilih vena yang tepat dan benar.
18. Pasang tourniquet.
19. Desinfeksi vena dengan teknik yang benar menggunakan alkohol — teknik sirkuler atau dari atas ke bawah sekali hapus.
20. Buka kateter (abocath) dan periksa ada tidaknya kerusakan.
21. Tusukkan kateter/abocath pada vena yang telah dipilih, dari arah samping.
22. Perhatikan adanya darah dalam kompartemen kateter; bila ada darah, tarik kateter sedikit demi sedikit sambil kateter terus dimasukkan perlahan-lahan.
23. Cabut tourniquet.
24. Sambungkan ke ujung selang yang cairannya telah dikeluarkan sedikit terlebih dahulu, biarkan menetes sedikit saat penyambungan.
25. Beri plester pada ujung plastik kateter/abocath untuk fiksasi, tanpa menyentuh area penusukan.
26. Balut dengan kassa betadine steril, tutup dengan kassa steril kering.
27. Beri plester dengan benar, pertahankan keamanan kateter/abocath agar tidak tercabut.
28. Atur tetesan infus sesuai kebutuhan pasien.
29. Buang jarum/abocath bekas ke safety box; bereskan sisa alat-alat ke tempat sampah sesuai jenis limbah.
30. Cuci tangan.
31. Catat tindakan pada rekam medis pasien.
Setelah Prosedur
Ringkasan scan-only. Harus bisa dieksekusi berdiri sendiri untuk kasus standar.
Siapkan:
Lakukan:
Jangan lupa:
Bagian ini disintesis dari praktik klinis standar (WHO/Kemenkes), BUKAN dari
pengalaman operasional Thrivanta — karena dokumen sumber tidak mencatat kegagalan
aktual di lapangan. PJ Klinis wajib mereview/mengoreksi sebelum dipublikasikan
final ke wiki staf.
| Pitfall | Mengapa | Solusi |
|---|---|---|
| Emboli udara | Udara tidak dikeluarkan tuntas dari selang sebelum sambung ke kateter | Selalu cek dan alirkan sedikit cairan untuk mendorong keluar gelembung udara sebelum sambung (langkah 13 & 24 sumber) |
| Infiltrasi/ekstravasasi cairan ke jaringan sekitar | Ujung kateter keluar dari lumen vena atau menembus dinding vena | Hentikan infus bila area tusukan bengkak/nyeri/dingin; cabut dan pasang ulang di lokasi lain |
| Flebitis (radang vena) | Teknik asepsis kurang, kateter terlalu lama terpasang, atau iritasi cairan/obat | Jaga teknik desinfeksi & fiksasi yang benar, monitor area tusukan tiap shift, ganti lokasi sesuai kebijakan durasi pemasangan |
| Kegagalan penusukan berulang pada vena yang sama | Vena kolaps atau trauma akibat percobaan berulang | Batasi maksimal 2 percobaan oleh satu operator sebelum alih ke operator lain / lokasi lain |
| Kontaminasi ujung selang/jarum karena tersentuh permukaan non-steril | Kesalahan teknik saat membuka set atau memindahkan alat | Tegakkan teknik no-touch pada ujung steril; ganti set bila diduga terkontaminasi |
Sama seperti di atas — kontak/eskalasi spesifik Thrivanta (nama, nomor telepon) TIDAK
BOLEH dikarang. Tulis "[●] — eskalasi ke PJ Klinis/dokter jaga, isi nama & kontak"
sebagai placeholder, bukan nama fiktif.
| Situasi | Tindakan |
|---|---|
| Ada tahanan/hambatan saat kateter dimasukkan | Hentikan penusukan, jangan dipaksakan, cabut dan coba lokasi lain · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Tidak ada darah balik dalam kompartemen kateter | Cabut, jangan disambung ke infus; evaluasi ulang posisi vena · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Muncul bengkak/nyeri di area tusukan setelah infus berjalan (dicurigai infiltrasi) | Hentikan tetesan, cabut kateter, kompres sesuai kebutuhan, pasang ulang di lokasi lain · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Tertusuk jarum/abocath bekas pakai (needle-stick injury) pada petugas | Cuci area dengan sabun & air mengalir segera, JANGAN dihisap/dipencet paksa, laporkan segera ke PJ Pelayanan/dokter jaga untuk evaluasi risiko pajanan (protokol diselaraskan dengan SOP Injeksi Intravena No. 08) · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Versi | Tanggal | Perubahan |
|---|---|---|
| 1.0 | 2026-07-01 | Konversi dari SPO 13/SPO-PU/2025 format form-akreditasi ke format wiki Thrivanta |
| 1.1 | 2026-07-01 | Perjelas jalur eskalasi (PJ Pelayanan/dokter jaga; Manajer Klinik untuk non-klinis), tambah scoping pasien dewasa, selaraskan pembuangan sharps ke safety box dengan SOP 08, tambah protokol needle-stick |