Versi: 1.1 · Update: 2026-07-01 · Owner: Dokter & Perawat, Poli Umum/Ruang Tindakan
Referensi Dokumen Asal: 15/SPO-PU/2025 · Tanggal terbit asal: 28 Juli 2025
Sebagai acuan penggunaan alat suction (penghisap lendir/sekret) yang berada di jalan napas maupun rongga tubuh lain dengan benar, guna mengurangi lendir maupun cairan (darah, serosa, atau produk cairan lain) yang dapat menyebabkan penyumbatan atau mengganggu hemostatis tubuh.
Dokter dan Perawat di Poli Umum/Ruang Tindakan, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran.
- Prinsip Aseptik (bebas hama) dalam penggunaan suction (dinyatakan eksplisit di sumber).
- Prinsip Atraumatik (tidak menimbulkan luka) dalam penggunaan suction (dinyatakan eksplisit di sumber).
- Prinsip Efektif (dapat menghisap lendir seefektif mungkin) dalam penggunaan suction (dinyatakan eksplisit di sumber).
- [Kosong — dokumen sumber tidak mencantumkan field "Referensi" untuk SPO ini]
¶ Standar Acuan
- Kemenkes/LAFKPK: Belum dipetakan — lihat Akreditasi/Akreditasi_Klinik_2023_Reference.md untuk EP terkait
- WHO: [Kosongkan — tidak ada guideline WHO spesifik-suction yang secara eksplisit relevan dicantumkan]
Persiapan
Persiapan Alat:
- Mesin suction lengkap
- Suction catheter sesuai kebutuhan, No. 10–14
- Sarung tangan atau pinset
- Kom atau botol berisi air bersih + cairan desinfektan
Persiapan Pasien:
- Beritahu maksud dan tujuan tindakan kepada pasien.
- Buat rasa aman dan nyaman bagi pasien.
Langkah-Langkah
- Petugas mencuci tangan.
- Pastikan mesin suction bekerja dengan baik.
- Sediakan air bersih/aqua untuk membersihkan selang.
- Hubungkan kabel listrik suction dengan aliran listrik.
- Tekan tombol ON/OFF untuk menghidupkan mesin suction.
- Hubungkan selang penghisap lendir dengan mesin suction.
- Posisikan pasien.
- Mulai menghisap lendir melalui mulut dan hidung sampai lendir (atau sekret lain) habis (lihat Catatan terkait durasi di sumber).
- Perhatikan Keadaan Umum (KU) dan pernapasan pasien.
- Setelah selesai menggunakan mesin suction, matikan alat dengan menekan tombol power ke arah OFF dan letakkan selang di tempatnya.
- Cabut kabel listrik suction.
- Bersihkan selang dan tempat tampungan sekret pada mesin suction.
- Rapikan alat-alat.
- Rapikan pasien.
- Petugas mencuci tangan.
Setelah Prosedur
- Bersihkan selang dan tempat tampungan sekret pada mesin suction (langkah 12 di atas).
- Rapikan alat dan pasien (langkah 13–14 di atas).
- Cuci tangan petugas setelah tindakan selesai (langkah 15 di atas).
- Lengkapi dokumen terkait: rekam medis, formulir informed consent.
Ringkasan scan-only. Harus bisa dieksekusi berdiri sendiri untuk kasus standar.
Siapkan:
Lakukan:
- Cuci tangan, cek mesin suction berfungsi baik.
- Sambungkan listrik, nyalakan mesin, sambungkan selang.
- Posisikan pasien, mulai hisap lendir mulut/hidung sampai bersih.
- Pantau Keadaan Umum & pernapasan pasien selama tindakan.
- Matikan mesin, cabut kabel, bersihkan selang & alat.
- Rapikan pasien, cuci tangan.
Jangan lupa:
- Prinsip aseptik, atraumatik, dan efektif — bukan hanya "menghisap sampai bersih" tanpa perhatian ke trauma mukosa.
- Pantau KU dan pernapasan pasien selama proses suction, bukan hanya di akhir.
- Cuci tangan sebelum DAN sesudah tindakan.
flowchart TD
A[Mulai] --> B[Cuci tangan + siapkan alat]
B --> C[Cek mesin suction berfungsi baik]
C --> D[Sambungkan listrik, nyalakan, pasang selang]
D --> E[Posisikan pasien]
E --> F[Hisap lendir mulut/hidung]
F --> G{KU/pernapasan pasien stabil selama tindakan?}
G -->|Tidak stabil| H[Hentikan sementara, nilai ulang kondisi pasien]
G -->|Stabil, lendir habis| I[Matikan mesin, bersihkan alat]
H --> I
I --> J[Rapikan pasien dan alat]
J --> K[Cuci tangan]
K --> L[Dokumentasi di rekam medis]
Titik keputusan utama: stabilitas Keadaan Umum/pernapasan pasien selama proses penghisapan.
Bagian ini disintesis dari praktik klinis standar (WHO/Kemenkes), BUKAN dari
pengalaman operasional Thrivanta — karena dokumen sumber tidak mencatat kegagalan
aktual di lapangan. PJ Klinis wajib mereview/mengoreksi sebelum dipublikasikan
final ke wiki staf.
| Pitfall |
Mengapa |
Solusi |
| Durasi penghisapan per kali suction terlalu lama |
Suction berkepanjangan dapat menyebabkan hipoksia, trauma mukosa, dan bradikardia refleks vagal |
Batasi durasi tiap kali penghisapan (bukan total prosedur) — standar umum sekitar 10–15 detik per kali masuk kateter, beri jeda untuk pasien bernapas di antaranya |
| Tekanan suction terlalu tinggi |
Tekanan berlebih meningkatkan risiko trauma mukosa (prinsip atraumatik dilanggar) |
Sesuaikan tekanan mesin suction ke rentang aman sesuai spesifikasi alat sebelum digunakan pada pasien |
| Kateter suction dimasukkan dengan tekanan hisap sudah aktif (bukan saat insersi) |
Insersi dengan hisap aktif meningkatkan trauma mukosa dan durasi hipoksia |
Masukkan kateter tanpa tekanan hisap (oklusi port dibuka), aktifkan hisap saat penarikan kateter keluar |
| Tidak memantau saturasi oksigen/tanda vital sebelum & selama tindakan pada pasien berisiko |
Sumber hanya menyebut "perhatikan KU dan pernapasan" tanpa parameter objektif |
Pertimbangkan pemantauan pulse oksimetri bila tersedia, terutama pasien dengan gangguan napas berat |
| Reuse kateter suction antar-pasien atau antar-sisi (mulut lalu hidung) tanpa penggantian |
Risiko kontaminasi silang dan pelanggaran prinsip aseptik |
Gunakan kateter terpisah atau bersihkan sesuai protokol antara area/pasien berbeda |
Sama seperti di atas — kontak/eskalasi spesifik Thrivanta (nama, nomor telepon) TIDAK
BOLEH dikarang. Tulis "[●] — eskalasi ke PJ Klinis/dokter jaga, isi nama & kontak"
sebagai placeholder, bukan nama fiktif.
| Situasi |
Tindakan |
| Mesin suction tidak menyala atau daya hisap lemah saat dicek di awal |
Jangan lanjutkan tindakan dengan alat tidak berfungsi baik; cari mesin suction cadangan · eskalasi: Manajer Klinik / Asisten Manajer Klinik |
| Pasien mengalami desaturasi/sianosis/perubahan Keadaan Umum selama proses suction |
Hentikan suction segera, berikan oksigen tambahan, nilai jalan napas · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Terjadi perdarahan mukosa saat/setelah suction |
Hentikan tindakan, evaluasi sumber perdarahan, lakukan tata laksana perdarahan sesuai kondisi · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Sekret sangat kental/tidak bisa terhisap dengan kateter ukuran tersedia |
Pertimbangkan pelunasan sekret (mis. dengan cairan sesuai kebijakan klinis) atau kateter ukuran lain dalam rentang No. 10–14 · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
| Pasien menolak/tidak kooperatif terhadap tindakan suction |
Jelaskan ulang maksud dan tujuan, evaluasi indikasi ulang, pertimbangkan penundaan bila bukan emergensi · eskalasi: PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan — [●] jalur kontak langsung (nomor/radio internal) belum ada di sistem saya |
- Dikonversi dari dokumen sumber "DAFTAR SPO Thrivanta Jimbaran" No. 15/SPO-PU/2025, tanggal terbit asal 28 Juli 2025.
- Dokumen sumber tidak memiliki field "Referensi" yang terisi (berbeda dari SPO Syok Anafilaktik dan RJP yang mencantumkan referensi Kemenkes/AHA) — bagian "Dasar Hukum" di atas dikosongkan sesuai aturan, tidak dikarang.
- Sumber mencantumkan "No. Revisi Jumlah Halaman" lalu "1/2" — sama seperti dua SPO lain, tidak jelas apakah ini nomor revisi atau nomor halaman (dokumen tampak 2 halaman). Perlu klarifikasi dari dokumen asli.
- Langkah 8 sumber mencantumkan durasi "selama 10-10 detik" — ini kemungkinan besar artefak OCR/typo dari angka asli (mis. "5-10 detik" atau "10-15 detik", pola umum di literatur suction), BUKAN diperbaiki secara sepihak di sini karena tidak ada cara memastikan angka aslinya dari teks yang tersedia. Ditulis di badan prosedur sebagai "lihat Catatan terkait durasi di sumber" alih-alih menebak angka pasti — wajib dikonfirmasi PJ Klinis terhadap dokumen sumber asli/cetak sebelum publish, karena durasi suction adalah parameter keselamatan (suction berlebih menyebabkan hipoksia).
- Halaman sumber mencantumkan "POLI GIGI" setelah blok tanda tangan pengesahan — kemungkinan ini adalah header/awal dari SPO berikutnya dalam dokumen "DAFTAR SPO" gabungan yang terpotong saat ekstraksi, bukan bagian dari SPO Tindakan Suction ini. Tidak dimasukkan ke isi SPO ini, hanya dicatat.
- Sumber tidak mencantumkan kontraindikasi suction (mis. trauma basis kranii untuk suction nasal, kejang aktif) maupun batas jumlah percobaan/kegagalan sebelum eskalasi — tidak ditambahkan di sini karena tidak ada di sumber.
| Versi |
Tanggal |
Perubahan |
| 1.0 |
2026-07-01 |
Konversi dari SPO 15/SPO-PU/2025 format form-akreditasi ke format wiki Thrivanta |
| 1.1 |
2026-07-01 |
Standarisasi placeholder eskalasi Troubleshooting (PJ Pelayanan/dokter jaga untuk klinis; Manajer Klinik/Asisten Manajer Klinik untuk operasional non-klinis). Tidak ada perubahan konten prosedur/durasi — angka durasi suction ("10-10 detik") tetap sebagai flag menunggu verifikasi dokumen sumber |