Versi: 2.0 · Update: 2026-08-10 · Owner: [●] — isi dari unit terkait Poli Umum Ruang Tindakan, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran
Referensi Dokumen Asal: SOP/35/[●]/I/202[●] (glukosa) · Tanggal terbit asal: [●] — kosong pada dokumen sumber. Bagian Kolesterol dan Asam Urat tidak berasal dari dokumen sumber — lihat Catatan.
Sebagai acuan dalam pemeriksaan glukosa darah, kolesterol total, dan asam urat metode strip (point-of-care testing/POCT) di Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran, menggunakan satu alat POCT yang sama untuk ketiga parameter. Prinsip pemeriksaan: darah kapiler diteteskan pada zona reaksi strip; reagen pada strip bereaksi secara elektrokimia dengan analit target (glukosa/kolesterol/asam urat); intensitas elektron yang terbentuk pada alat setara dengan konsentrasi analit dalam darah.
Dilaksanakan oleh petugas (dokter/perawat) di Poli Umum dan Ruang Tindakan, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran, menggunakan alat POCT Autocheck GCU 3in1 (mendukung strip glukosa, kolesterol, dan asam urat pada satu alat — lihat SOP_WIKI_STRUCTURING_RULES.md §2.5). Ketiga parameter dapat diperiksa satu per satu sesuai indikasi klinis (tidak wajib selalu diperiksa bersamaan sebagai satu paket).
- Keputusan Penanggung Jawab Klinik Nomor: SK/27/[●]/I/202[●] tentang Skrining Visual Pasien (dinyatakan eksplisit di sumber untuk bagian glukosa — lihat Catatan soal relevansi SK ini terhadap prosedur).
- Kode chip pada alat harus sesuai dengan kode pada kemasan strip untuk parameter yang diperiksa (kode chip glukosa ≠ kode chip kolesterol ≠ kode chip asam urat — ketiganya strip terpisah pada satu alat) sebelum tiap pemeriksaan; strip tidak boleh digunakan setelah tanggal kedaluwarsa (dinyatakan eksplisit di sumber untuk glukosa, bagian "Hal-hal yang Perlu Diperhatikan"; diperluas ke ketiga parameter karena prinsip alat identik).
- Indikasi pemeriksaan tidak digabung otomatis — kolesterol dan asam urat diperiksa atas indikasi klinis/permintaan dokter (skrining faktor risiko kardiovaskular, gejala gout, dll.), bukan rutin dipaketkan dengan setiap pemeriksaan glukosa.
Belum dipetakan secara spesifik untuk ketiga parameter. Regulasi laboratorium sederhana/pemeriksaan cepat (POCT) di klinik pratama belum diverifikasi kecocokannya dengan prosedur ini — jangan mengutip PMK secara pasti sebelum PJ Klinis konfirmasi.
¶ Standar Acuan
- Kemenkes/LAFKPK: Belum dipetakan — lihat
Akreditasi/Akreditasi_Klinik_2023_Reference.md untuk EP terkait pelayanan laboratorium.
- WHO: Prinsip umum quality assurance point-of-care testing (POCT) relevan sebagai acuan — penerapan spesifik pada pemeriksaan strip di Thrivanta belum dipetakan, perlu review PJ Klinis.
- Nilai rujukan interpretasi (rentang klinis umum, BUKAN nilai spesifik insert kit reagen Autocheck GCU 3in1 — PJ Klinis wajib konfirmasi terhadap insert kit/vial strip yang sedang dipakai, karena cutoff POCT dapat sedikit berbeda dari rentang laboratorium standar):
- Glukosa: Puasa <100 mg/dL normal, 100–125 mg/dL prediabetes, ≥126 mg/dL diabetes. Sewaktu/random <140 mg/dL normal, ≥200 mg/dL disertai gejala klasik mengarah diabetes.
- Kolesterol Total: <200 mg/dL diinginkan, 200–239 mg/dL batas tinggi, ≥240 mg/dL tinggi.
- Asam Urat: Pria 3,5–7,2 mg/dL; Wanita 2,6–6,0 mg/dL (rentang bervariasi antar sumber — pakai cutoff pada insert kit sebagai acuan utama).
Persiapan
- Autoclik + blood lancet baru
- Kapas alkohol 70%
- Alat POCT Autocheck GCU 3in1 + strip sesuai parameter yang diperiksa (glukosa/kolesterol/asam urat — kode chip alat harus sesuai kode strip yang dipasang)
- Safety Box (pembuangan lancet bekas pakai)
- Buku hasil pemeriksaan laboratorium (atau EMR)
Langkah-Langkah
- Tentukan parameter yang akan diperiksa (glukosa/kolesterol/asam urat/kombinasi) sesuai indikasi klinis atau permintaan dokter.
- Siapkan autoclik yang telah diisi blood lancet baru.
- Bersihkan ujung jari pasien dengan kapas alkohol 70%, biarkan kering.
- Pegang bagian jari yang akan ditusuk supaya tidak bergerak; tekan jari sedikit agar rasa nyeri berkurang.
- Tusuk dengan cepat memakai autoclik pada jari yang sudah dibersihkan, dengan arah tegak lurus.
- Buang tetesan darah pertama dengan kapas alkohol 70%; tetesan darah berikutnya dipakai untuk pemeriksaan.
- Pasang strip sesuai parameter pertama (kode chip alat = kode strip), arahkan alat ke tetesan darah pasien.
- [●] Belum dikonfirmasi terhadap manual alat: apakah satu tetesan darah cukup besar dapat dipakai berurutan untuk lebih dari satu strip (bila 2–3 parameter diperiksa sekaligus), atau setiap parameter memerlukan tusukan baru. Sampai dikonfirmasi, default konservatif: satu tusukan per parameter bila ragu volume darah tidak cukup untuk pengulangan strip.
- Bila memeriksa >1 parameter dari tusukan yang sama, aplikasikan ke strip berikutnya segera (dalam hitungan detik) sebelum darah mengering/membeku pada permukaan kulit.
- Baca dan tulis hasil pada buku hasil pemeriksaan laboratorium/EMR, per parameter yang diperiksa (interpretasi hasil: lihat rentang rujukan di Standar Acuan; catat kondisi puasa/tidak puasa untuk glukosa).
- Ulangi langkah 7–8 untuk parameter tambahan bila diperiksa lebih dari satu (strip berbeda, kode chip berbeda per parameter).
- Tekan bekas tusukan dengan kapas alkohol 70%.
- Lepaskan blood lancet dari autoclik dan buang ke dalam Safety Box.
Setelah Prosedur
- Catat hasil (per parameter yang diperiksa), kondisi puasa/tidak puasa (khusus glukosa), dan waktu pemeriksaan di rekam medis/EMR.
Ringkasan scan-only. Harus bisa dieksekusi berdiri sendiri untuk kasus standar.
Siapkan:
Lakukan:
- Tentukan parameter (glukosa/kolesterol/asam urat) sesuai indikasi.
- Cek kode chip = kode strip & strip belum kedaluwarsa, per parameter → tidak sesuai? Ganti strip/alat.
- Bersihkan jari dengan alkohol 70%, biarkan kering, tusuk tegak lurus dengan autoclik.
- Buang tetesan darah pertama; tetesan berikutnya diarahkan ke strip.
- Baca & catat hasil per parameter (glukosa normal <140 mg/dL sewaktu/<100 mg/dL puasa; kolesterol <200 mg/dL; asam urat pria 3,5–7,2 / wanita 2,6–6,0 mg/dL — cek insert kit untuk cutoff pasti).
- Ulangi pemasangan strip untuk parameter tambahan bila diperiksa >1.
- Tekan bekas tusukan dengan kapas alkohol, buang lancet ke Safety Box.
Jangan lupa:
- Kode chip alat harus sesuai kode strip untuk parameter yang sedang dipasang — tiga parameter, tiga kode berbeda.
- Tetesan darah pertama selalu dibuang, bukan dipakai untuk pemeriksaan.
- Catat kondisi puasa/tidak puasa pasien untuk glukosa — ambang normal berbeda untuk tiap kondisi.
- Kolesterol dan asam urat diperiksa atas indikasi, bukan otomatis dipaketkan dengan glukosa.
flowchart TD
A[Mulai] --> B[Tentukan parameter: glukosa / kolesterol / asam urat]
B --> C[Siapkan autoclik + lancet baru + strip sesuai parameter]
C --> D{Kode chip alat = kode strip,<br/>strip belum kedaluwarsa?}
D -->|Tidak| Z[Ganti strip/alat yang sesuai — jangan lanjutkan]
D -->|Ya| E[Bersihkan jari pasien dgn alkohol 70%, biarkan kering]
E --> F[Tusuk jari tegak lurus dgn autoclik]
F --> G[Buang tetesan darah pertama dgn kapas alkohol]
G --> H[Tetesan darah berikutnya diarahkan ke strip]
H --> I[Baca & catat hasil parameter]
I --> J{Ada parameter lain<br/>yang perlu diperiksa?}
J -->|Ya| C
J -->|Tidak| K[Tekan bekas tusukan dgn kapas alkohol]
K --> L[Lepas lancet dari autoclik, buang ke Safety Box]
L --> M[Selesai]
Z --> N[Selesai — tindakan dibatalkan]
Bagian ini disintesis dari praktik klinis standar (WHO/Kemenkes), BUKAN dari
pengalaman operasional Thrivanta — karena dokumen sumber tidak mencatat kegagalan
aktual di lapangan. PJ Klinis wajib mereview/mengoreksi sebelum dipublikasikan
final ke wiki staf.
| Pitfall |
Mengapa |
Solusi |
| Kode chip alat tidak dicocokkan dengan kode strip yang sedang dipasang |
Kalibrasi tidak sesuai, hasil pembacaan bisa salah signifikan — risiko lebih tinggi saat berganti parameter di tengah pemeriksaan (misal habis glukosa lanjut kolesterol, lupa ganti kode chip) |
Cocokkan kode chip/alat dengan kode pada kemasan strip setiap kali berganti parameter, bukan hanya di awal |
| Tetesan darah pertama dipakai untuk pemeriksaan |
Tetesan pertama sering tercampur cairan jaringan/residu alkohol, hasil bisa bias |
Selalu buang tetesan pertama, gunakan tetesan berikutnya |
| Strip disimpan terbuka atau melewati tanggal kedaluwarsa |
Reagen strip terdegradasi oleh kelembapan, hasil tidak akurat |
Simpan strip dalam wadah tertutup, cek tanggal kedaluwarsa tiap pemakaian, per jenis strip |
| Interpretasi glukosa "normal <140 mg/dL" diterapkan tanpa memperhatikan kondisi puasa pasien |
Ambang normal glukosa darah berbeda antara puasa (umumnya <100 mg/dL) dan sewaktu/random (<140 mg/dL) — sumber tidak menyebutkan kondisi puasa saat pemeriksaan |
Catat kondisi puasa/tidak puasa pasien saat pengambilan sampel; interpretasikan hasil sesuai kondisi, bukan satu ambang tunggal |
| Memakai satu tetesan darah untuk 3 strip berurutan tanpa mempertimbangkan waktu/volume |
Darah dapat mengering atau membeku sebelum strip ketiga diaplikasikan, hasil parameter terakhir tidak valid |
Aplikasikan strip berikutnya secepat mungkin; bila ragu volume/waktu, lakukan tusukan baru per parameter (lihat catatan [●] di Prosedur langkah 7) |
| Hasil kolesterol/asam urat diinterpretasi dengan cutoff generik tanpa cek insert kit lot yang sedang dipakai |
Cutoff POCT strip dapat berbeda antar lot/manufaktur dibanding rentang laboratorium standar |
Cek insert kit/vial strip yang sedang dipakai sebagai acuan utama; rentang di Standar Acuan adalah rentang klinis umum, bukan nilai pasti alat |
✅ Direview dan disetujui oleh pemilik proyek (dr. I Putu Gita Prasetya Adiguna) — 2026-08-10.
Eskalasi kode error alat diarahkan langsung ke Clinic Manager atau Chief Doctor per instruksi
eksplisit; placeholder jalur kontak langsung dihapus atas instruksi yang sama (lihat Riwayat Revisi).
Pitfalls & Solusi di atas TIDAK termasuk dalam sign-off ini — bagian itu masih DRAFT.
| Situasi |
Tindakan |
| Alat menampilkan kode error (parameter apa pun) |
Hentikan tindakan, eskalasi ke Clinic Manager atau Chief Doctor. |
| Darah tidak cukup mengisi zona reaksi strip |
Ulangi tusukan pada jari lain; jangan memijat kuat area tusukan (dapat mengencerkan sampel dengan cairan jaringan) |
| Hasil glukosa sangat tinggi (>250 mg/dL) atau sangat rendah (<70 mg/dL) disertai gejala |
Konfirmasi ulang dengan strip baru; bila hasil konsisten dan pasien simtomatik, eskalasi segera — PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan. |
| Hasil kolesterol atau asam urat jauh di atas rentang normal, pasien simtomatik atau ada riwayat relevan (nyeri dada, nyeri sendi akut) |
Konfirmasi ulang dengan strip baru; bila hasil konsisten, informasikan dokter jaga untuk tindak lanjut klinis (bukan kegawatdaruratan sekelas hipoglikemia/hiperglikemia berat, tapi tetap perlu keputusan klinis, bukan hanya dicatat) |
- Dokumen ini adalah gabungan (v2.0) dari SOP glukosa strip asli (v1.0) yang diperluas mencakup kolesterol dan asam urat, atas instruksi pemilik proyek pada 2026-08-10. Bagian Kolesterol dan Asam Urat bukan berasal dari dokumen sumber
.docx asli (yang hanya membahas glukosa) — ditulis berdasarkan (a) alat POCT yang sama (Autocheck GCU 3in1) sudah terkonfirmasi mendukung ketiga parameter per SOP_WIKI_STRUCTURING_RULES.md §2.5, dan (b) prinsip kerja POCT strip yang identik antar parameter (tusuk → buang tetesan pertama → aplikasikan ke strip → baca alat). Rentang rujukan kolesterol/asam urat adalah rentang klinis umum, bukan hasil verifikasi terhadap insert kit Thrivanta — PJ Klinis wajib konfirmasi sebelum publikasi final, sama seperti bagian Pitfalls/Troubleshooting.
- Nama file tetap
16_pemeriksaan_glukosa_darah_strip.md meski judul dokumen sekarang mencakup 3 parameter — rename file tidak dilakukan karena batasan tooling pada folder workspace ini (file yang sudah ditulis tidak bisa di-rename/dihapus tanpa izin eksplisit). Pemilik proyek dapat me-rename manual di luar sesi ini menjadi nama yang lebih akurat (mis. 16_pemeriksaan_poct_strip_glukosa_kolesterol_asam_urat.md) bila diinginkan.
- Dikonversi dari dokumen sumber "SOP/35/[●]/I/202[●]" (bagian glukosa) — nomor dokumen tidak lengkap pada sumber (segmen tengah nomor dan tahun terpotong pada ekstraksi); No. Revisi tercatat "-"; Tanggal terbit kosong pada sumber. Tidak ditebak — perlu verifikasi terhadap dokumen/SK resmi.
- Kebijakan sumber merujuk "SK/27/[●]/I/202[●] Tentang Skrining Visual Pasien" — judul SK ini (skrining visual/triase pasien) tidak jelas relevansinya dengan pemeriksaan glukosa darah metode strip. Pola ini serupa dengan boilerplate skrining COVID-19 yang ditemukan pada batch konversi sebelumnya (lihat
Practicality_Analysis.md Temuan Lintas-Dokumen #1) — kemungkinan field Kebijakan di-copy dari template SOP lain tanpa disesuaikan per prosedur. Dipertahankan apa adanya karena bukan wewenang saya memutuskan itu salah tempel atau memang berlaku; PJ Klinis wajib konfirmasi SK yang benar-benar mendasari prosedur laboratorium POCT ini.
- Langkah 1 sumber ("siapkan autoclik + bersihkan jari + biarkan kering" dalam satu kalimat) dipecah menjadi beberapa langkah terpisah di sini mengikuti aturan "satu langkah = satu aksi" pada template wiki — tidak mengubah isi/urutan tindakan dari sumber asli untuk bagian glukosa.
- Standar identifikasi pasien 2-identifier sebelum pengambilan sampel tidak disebutkan di sumber. Dicatat sebagai gap (pola sama dengan temuan pada SOP 01 Pemeriksaan Dokter Umum) — belum ditambahkan sebagai langkah wajib di sini karena perubahan itu masih berstatus proposal belum dieksekusi untuk seluruh batch SOP (lihat
Revision_Proposal_Clinical_SOPs.md Bagian 3), bukan keputusan khusus file ini.
- Alat riil yang dipakai (Autocheck GCU 3in1) sudah dikonfirmasi ada di inventaris Ruang Tindakan per
Revision_Proposal_Clinical_SOPs.md §1.4.
- Sama seperti file lain di batch ini: dokumen sumber tidak mencantumkan lokasi klinik secara eksplisit di badan teks (hanya di kop "KLINIK THRIVANTA MEDICAL JIMBARAN") — konsisten dengan cakupan proyek yang dibatasi pada cabang Jimbaran.
- Belum dipublikasikan ke Wiki.js live — lihat status batch di
00_INDEX.md.
| Versi |
Tanggal |
Perubahan |
| 1.0 |
2026-08-10 |
Konversi dari dokumen sumber SOP/35/[●]/I/202[●] (format SOP Puskesmas/BPOM-style) ke format wiki Thrivanta — glukosa saja |
| 2.0 |
2026-08-10 |
Diperluas mencakup Kolesterol dan Asam Urat (alat POCT sama, Autocheck GCU 3in1) atas instruksi pemilik proyek — bagian baru bukan dari dokumen sumber, lihat Catatan |
| 2.1 |
2026-08-10 |
Troubleshooting direview & disetujui pemilik proyek: eskalasi kode error alat diarahkan ke Clinic Manager/Chief Doctor (mengganti instruksi umum sebelumnya); placeholder [●] jalur kontak langsung dihapus dari seluruh baris Troubleshooting; DRAFT banner Troubleshooting dicabut. Pitfalls & Solusi TETAP DRAFT — belum direview. |