Versi: 1.0 · Update: 2026-08-10 · Owner: [●] — isi dari unit terkait Poli Umum Ruang Tindakan, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran
Referensi Dokumen Asal: SOP/35/[●]/I/202[●] · Tanggal terbit asal: [●] — kosong pada dokumen sumber
Sebagai acuan dalam tatalaksana melakukan tindakan aff hecting (pelepasan jahitan) di Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran. Aff hecting adalah tindakan melepas jahitan pada luka, umumnya dilakukan pada hari ke-8 sampai ke-12 pascapenjahitan atau disesuaikan dengan kondisi penyembuhan luka yang telah terjadi.
Dilaksanakan oleh petugas (dokter/perawat) di Poli Umum dan Ruang Tindakan, Klinik Pratama Thrivanta Medical Jimbaran, untuk pasien pasca-hecting yang lukanya telah mencapai waktu/kondisi penyembuhan sesuai.
- Keputusan Penanggung Jawab Klinik Nomor: SK/27/[●]/I/202[●] tentang Skrining Visual Pasien (dinyatakan eksplisit di sumber — lihat Catatan soal relevansi SK ini terhadap prosedur).
- Informasikan kepada pasien/keluarga terdekat mengenai kondisi luka, rencana tindakan, dan tujuan tindakan, serta lengkapi informed consent sebelum tindakan (dinyatakan eksplisit di sumber).
- Terapkan prinsip asepsis: cuci tangan dan gunakan sarung tangan steril sebelum kontak dengan luka (dinyatakan eksplisit di sumber).
- Permenkes RI No. 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer (disamakan dengan basis regulasi SOP Tindakan Hecting terkait —
11_tindakan_hecting.md — karena prosedur sejenis pada tingkat faskes yang sama; belum ada regulasi spesifik aff hecting yang terverifikasi terpisah).
¶ Standar Acuan
- Kemenkes/LAFKPK: Belum dipetakan — lihat
Akreditasi/Akreditasi_Klinik_2023_Reference.md untuk EP terkait.
- WHO: WHO Surgical Safety Checklist relevan sebagai prinsip umum untuk tindakan pada luka pascabedah minor — penerapan spesifik pada aff hecting belum dipetakan, perlu review PJ Klinis.
- Referensi sumber (bukan pedoman klinis): Nursalam. 2008. Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta: Salemba Medika — dicantumkan sebagaimana adanya di dokumen sumber; ini buku ajar manajemen keperawatan umum, bukan pedoman klinis khusus perawatan luka/pelepasan jahitan (lihat Catatan).
Persiapan
- Bak instrumen
- Wadah berisi povidone iodine (betadine)
- Kassa steril
- Pinset chirurgis
- Pinset anatomis
- Gunting aff hecting
- Sarung tangan steril
- Bengkok
- Plester (hipafix)
Langkah-Langkah
- Jelaskan kepada pasien/keluarga terdekat tentang kondisi luka, rencana tindakan, dan tujuan tindakan; minta pasien mengisi informed consent.
- Cuci tangan sebelum melakukan tindakan.
- Bantu pasien mengatur posisi.
- Dekatkan alat ke dekat pasien.
- Pakai sarung tangan steril.
- Buka plester luka, kaji apakah luka sudah benar-benar kering dan tidak ada tanda infeksi.
- Desinfeksi sekitar bekas luka dengan povidone iodine.
- Lepas jahitan satu per satu.
- Olesi luka dengan povidone iodine.
- Tutup luka dengan kasa steril, kemudian tutup dengan plester hipafix.
- Rapikan pasien.
- Rapikan alat-alat setelah digunakan.
- Cuci tangan setelah selesai melakukan tindakan.
Setelah Prosedur
- Catat hasil pengkajian luka, jumlah jahitan yang dilepas, dan kondisi akhir luka di rekam medis.
Ringkasan scan-only. Harus bisa dieksekusi berdiri sendiri untuk kasus standar.
Siapkan:
Lakukan:
- Informed consent, cuci tangan, bantu pasien atur posisi.
- Pakai sarung tangan steril, buka plester lama, kaji kondisi luka.
- Luka kering & tanpa tanda infeksi? → lepas jahitan satu per satu. Belum kering/ada tanda infeksi? → jangan lepas semua, konsultasi dokter.
- Desinfeksi dengan povidone iodine sebelum dan sesudah melepas jahitan.
- Tutup luka: kasa steril + hipafix.
- Rapikan alat & pasien, cuci tangan, catat di rekam medis.
Jangan lupa:
- Jangan lepas seluruh jahitan bila luka belum kering atau ada tanda infeksi.
- Informed consent tetap wajib meski tindakan tergolong minor.
- Instrumen re-use (gunting, pinset) mengikuti alur sterilisasi, bukan dibuang.
flowchart TD
A[Mulai] --> B[Jelaskan tindakan ke pasien/keluarga, informed consent]
B --> C[Cuci tangan, bantu pasien atur posisi]
C --> D[Dekatkan alat, pakai sarung tangan steril]
D --> E[Buka plester luka, kaji kondisi luka]
E --> F{Luka sudah kering<br/>dan tidak ada tanda infeksi?}
F -->|Tidak| G[Jangan lepas seluruh jahitan —<br/>konsultasi dokter jaga,<br/>pertimbangkan pelepasan sebagian/tunda]
F -->|Ya| H[Desinfeksi sekitar luka dgn povidone iodine]
H --> I[Lepas jahitan satu per satu]
I --> J[Olesi luka dgn povidone iodine]
J --> K[Tutup luka: kasa steril + hipafix]
K --> L[Rapikan pasien & alat, cuci tangan]
L --> M[Catat tindakan di rekam medis]
M --> N[Selesai]
G --> O[Selesai — tindakan ditunda/dimodifikasi]
Bagian ini disintesis dari praktik klinis standar (WHO/Kemenkes), BUKAN dari
pengalaman operasional Thrivanta — karena dokumen sumber tidak mencatat kegagalan
aktual di lapangan. PJ Klinis wajib mereview/mengoreksi sebelum dipublikasikan
final ke wiki staf.
| Pitfall |
Mengapa |
Solusi |
| Melepas seluruh jahitan meski luka belum kering/masih ada tanda infeksi |
Risiko dehisensi (luka terbuka kembali) bila jaringan belum cukup kuat |
Kaji kondisi luka sebelum melepas; bila ragu, lepas sebagian dan jadwalkan kontrol ulang, atau konsultasikan ke dokter jaga sebelum melanjutkan |
| Instrumen bekas pakai (gunting, pinset) tidak dipisahkan jalur pemrosesannya dari alat sekali pakai |
Sumber hanya menyebut "merapikan alat" tanpa memisahkan alur reuse (sterilisasi ulang) vs. buang |
Ikuti Lintas_Unit/03_sterilisasi_alat.md untuk instrumen re-use; jangan campur dengan sampah medis buang |
| Tidak menilai ulang riwayat reaksi kulit terhadap plester sebelumnya |
Reaksi kulit terhadap perekat plester cukup umum, terutama pasien dengan riwayat sensitif |
Tanyakan riwayat reaksi kulit terhadap plester sebelum pemasangan penutup luka |
✅ Direview dan disetujui oleh pemilik proyek (dr. I Putu Gita Prasetya Adiguna) — 2026-08-10, tanpa
perubahan konten. Placeholder jalur kontak langsung dihapus atas instruksi yang sama (lihat Riwayat
Revisi). Pitfalls & Solusi di atas TIDAK termasuk dalam sign-off ini — bagian itu masih DRAFT.
| Situasi |
Tindakan |
| Jahitan sulit dilepas / menempel erat pada jaringan |
Basahi area dengan cairan antiseptik/saline terlebih dahulu, jangan menarik paksa; bila tetap sulit, konsultasi dokter jaga — PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan. |
| Luka terbuka kembali (dehisensi) setelah jahitan dilepas |
Hentikan pelepasan jahitan yang tersisa, tutup luka dengan kasa steril, eskalasi segera ke dokter jaga untuk evaluasi penjahitan ulang/rujukan — PJ Pelayanan / dokter jaga shift berjalan. |
| Ditemukan tanda infeksi (pus, eritema meluas, demam) saat kunjungan aff hecting |
Jangan lanjutkan pelepasan rutin; ambil sampel bila perlu, mulai tata laksana infeksi luka sesuai kebijakan klinik, eskalasi ke dokter jaga |
- Dikonversi dari dokumen sumber "SOP/35/[●]/I/202[●]" — nomor dokumen tidak lengkap pada sumber (segmen tengah nomor dan tahun terpotong); No. Revisi tercatat "-"; Tanggal terbit kosong pada sumber. Tidak ditebak — perlu verifikasi terhadap dokumen/SK resmi.
- Kebijakan sumber merujuk SK yang sama dan bertopik sama ("Skrining Visual Pasien") seperti pada
16_pemeriksaan_glukosa_darah_strip.md — SK ini kemungkinan besar boilerplate yang dipakai ulang di seluruh seri dokumen SOP/35/... tanpa disesuaikan per prosedur, bukan kebijakan yang benar-benar spesifik aff hecting. Dipertahankan apa adanya; PJ Klinis wajib konfirmasi SK yang sebenarnya berlaku. Ini muncul identik di kedua file batch ini — kemungkinan pola sistemik di seluruh seri dokumen SOP/35/..., bukan kebetulan per-file (lihat 00_INDEX.md batch note).
- Langkah sumber berlabel huruf a–m mengalami artefak ekstraksi: label langkah "Petugas memakai handscoon" kehilangan penanda hurufnya sendiri dan menyatu dengan kalimat langkah sebelumnya pada teks mentah hasil ekstraksi docx. Dirapikan menjadi penomoran 1–13 berurutan di sini tanpa mengubah isi/urutan tindakan.
- Kriteria "luka sudah kering" sebagai syarat pelepasan jahitan dinyatakan sumber sebagai satu langkah pengkajian (langkah asli "f") tapi sumber tidak menjelaskan tindak lanjut bila belum kering. Cabang keputusan pada Prosedur/Flowchart di sini adalah sintesis dari prinsip perawatan luka standar (DRAFT, lihat banner Pitfalls), bukan instruksi eksplisit dari sumber.
- Dokumentasi di rekam medis pasca-tindakan ditambahkan sebagai "Setelah Prosedur" mengikuti praktik dokumentasi standar tiap kunjungan klinis — tidak dinyatakan eksplisit di sumber.
- Prosedur ini adalah pasangan operasional dari
11_tindakan_hecting.md (pemasangan jahitan) — pertimbangkan cross-link keduanya di wiki bila struktur navigasi Wiki.js mendukung.
| Versi |
Tanggal |
Perubahan |
| 1.0 |
2026-08-10 |
Konversi dari dokumen sumber SOP/35/[●]/I/202[●] (format SOP Puskesmas/BPOM-style) ke format wiki Thrivanta; perbaikan artefak penomoran a–m; tambah cabang keputusan kondisi luka (DRAFT, perlu review klinis) |
| 1.1 |
2026-08-10 |
Troubleshooting direview & disetujui pemilik proyek tanpa perubahan konten; placeholder [●] jalur kontak langsung dihapus dari seluruh baris Troubleshooting; DRAFT banner Troubleshooting dicabut. Pitfalls & Solusi TETAP DRAFT — belum direview. |